ANALISIS NILAI EKSPOR, SUKU BUNGA,
UPAH PEKERJA,
DAN PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO TERHADAP
PENANAMAN MODAL ASING DI JAWA TENGAH
(PERIODE 2004:1-2013:4)
Brenda Aditama, V.S Tripriyo P.S,
Fatchun Hasyim
Jurusan Administrasi Bisnis, Politeknik
Negeri Semarang
ABSTRACT
This study is intended to find out that the exports value, interest rates,
labour wages, and gross regional domestic product, have an effect toward the
value of foreign investment in Central Java. The analysis techniques used in
this study is the technique of multiple linear regression analysis with
Ordinary Least Square (OLS) method, F-test for simultaneously testing and
t-test for partial testing. Results of data analysis showed simultaneously the
exports value, the interest rates, the labour wages, and the gross regional
domestic product that had significant effect on foreign investment in Central
Jawa. F-test results show that the value of Prob (F-statistic) is 0.000214 <
default values of significance (0.05) with a coefficient of determination (R2)
of 0.586384, which means that the variable export values, interest rates,
wages, and GRDP contribution amounting to 58,63%. The remaining 41,37% was
explained by other variables. Partially, the independent variables have
positive and significant impact on foreign investment in Central Java in
2004:1-2013:4.
Keywords: foreign investment, exports value, interest rates, labour
wages, gross regional domestic product
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Indonesia sebagai negara berkembang harus mempunyai tujuan
untuk mengejar ketertinggalan dari segala hal dengan melakukan pembangunan di
segala bidang. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka Indonesia memerlukan sumber
dana baik dana dari dalam negeri maupun luar negeri. Salah satunya adalah
menarik Penanaman Modal Asing (PMA) untuk melakukan investasi di Indonesia. Investasi
bagi suatu provinsi sangat penting karena dapat memacu pertumbuhan ekonomi,
dapat menumbuhkan potensi-potensi yang ada di daerah tersebut sehingga dapat
menarik investor dalam negeri maupun luar negeri untuk berinvestasi. Jawa
Tengah memiliki potensi yang sangat besar dalam bidang investasi antara lain
potensi pertanian, perkebunan & kehutanan, perikanan, industri,
pertambangan, jasa dan pariwisata.Banyak sekali faktor-faktor yang saling
terkait satu sama lainnya dengan pola yang sangat kompleks yang mempengaruhi
pertumbuhan investasi asing di Jawa Tengah. Faktor-faktor tersebut antara lain
nilai ekspor, suku bunga, upah pekerja, dan produk domestik regional bruto
(PDRB).
Suatu negara dikatakan aktif dalam
perdagangan internasional jika nilai total ekspor lebih besar dari pada nilai
total impor. Menurut Brenton dan Di Mauro dalam Sarwedi (2002:26), nilai total
ekspor yang terus mengalami kenaikan diyakini akan diikuti dengan naiknya
jumlah investasi asing langsung yang masuk ke dalam perekonomian negara tersebut,
karena nilai total ekspor memiliki pengaruh yang positif dan signifikan
terhadap investasi asing langsung serta dapat disimpulkan memiliki hubungan
yang komplementer terhadap investasi asing langsung.
Faktor suku bunga terkait erat
dengan biaya investasi. Pada saat jumlah uang yang beredar di masyarakat
meningkat, maka harga dari uang tersebut yaitu suku bunga akan berkurang.
Berkurangnya suku bunga ini akan membuat biaya investasi turun, dan perusahaan
akan dapat membeli lebih banyak mesin, dan bentuk investasi lainnya, dan
nantinya akan dapat meningkatkan besaran investasi secara agregat. Besarnya suku bunga suatu
negara juga diyakini memiliki pengaruh terhadap besarnya investasi asing
langsung ke dalam perekonomian.
Selain
nilai ekspor dan suku bunga, faktor upah pekerja diyakini memiliki pengaruh
terhadap investasi asing yang masuk dalam suatu wilayah. Biaya tenaga kerja
merupakan salah satu komponen dalam faktor produksi. Perlu diingat bahwa Indonesia
adalah negara dengan jumlah penduduk yang besar walaupun belum semuanya
merupakan tenaga kerja yang sesuai dengan keinginan industri. Satu hal lain
yang menjadi motiv negara-negara investor untuk merelokasi investasinya adalah
biaya tenaga kerja yang murah.
Sementara
itu, untuk mencapai tingkat kemakmuran suatu negara, dibutuhkan pertumbuhan
ekonomi yang dinamis, yaitu suatu keadaan yang menggambarkan peningkatan produk
domestik bruto (PDB) dari masyarakat suatu negara tersebut. Pertumbuhan produk
domestik bruto yang kuat dapat meningkatkan aliran investasi asing, tetapi
suatu negara wajib memiliki kapasitas infrastruktur yang baik dalam rangka
mengambil keuntungan dari manfaatnya. Pertumbuhan ekonomi yang kuat menyiratkan
sebuah pengembalian yang lebih tinggi bagi investor asing dalam peningkatan
investasi.
Tujuan
Tujuan merupakan salah satu hal yang
penting untuk dicantumkan. Karena dengan mengetahui tujuan, maka penelitian
akan lebih fokus. Adapun tujuan dari penelitian skripsi ini adalah sebagai
berikut:
a.
Menganalisis pengaruh nilai ekspor terhadap Penanaman Modal Asing di Jawa
Tengah.
b.
Menganalisis pengaruh suku bunga terhadap Penanaman Modal Asing di Jawa
Tengah.
c.
Menganalisis pengaruh upah pekerja terhadap Penanaman Modal Asing di Jawa
Tengah.
d.
Menganalisis pengaruh produk domestik regional bruto terhadap Penanaman
Modal Asing di Jawa Tengah.
e.
Menganalisis pengaruh nilai ekspor, suku bunga, upah pekerja, dan produk
domestik regional bruto terhadap Penanaman Modal Asing di Jawa Tengah.
TELAAH PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS
Investasi
Menurut Salim HS dan Budi Sutrisno
(2008:33) mengemukakan, yang diartikan dengan investasi adalah penanaman modal
yang dilakukan oleh investor, baik investor asing maupun domestik dalam
berbagai bidang usaha yang terbuka untuk investasi, dengan tujuan untuk
memperoleh keuntungan.
Secara umum investasi meliputi
pertambahan barang-barang dan jasa dalam masyarakat seperti pertambahan
mesin-mesin baru, pembuatan jalan baru, pembukaan tanah baru, dan sebagainya.
Menurut UU RI Nomor 25 Tahun 2007
tentang Penanaman Modal Bab 1 “Ketentuan Umum” Pasal 1 (2007:3) Penanaman Modal
diartikan sebagai segala bentuk kegiatan menanam modal, baik oleh penanam modal
dalam negeri maupun penanaman modal asing untuk melakukan usaha di wilayah
negara Republik Indonesia.
Penanaman Modal Asing
Menurut undang-undang nomor 1 tahun
1967 tentang Penanaman Modal Asing pada pasal 1 menyebutkan bahwa : “Pengertian
penanaman modal asing didalam undang-undang ini hanyalah meliputi penanaman
modal asing secara langsung yang dilakukan menurut atau berdasarkan
ketentuan-ketentuan undang-undang ini dan yang digunakan untuk menjalankan
perusahaan di Indonesia dalam arti bahwa pemilik modal secara langsung
menanggung resiko dari penanaman modal tersebut”.
Penanaman modal secara langsung dalam
pasal 1 itu adalah seperti pengertian yang diberikan Organization for Europian Economic Coorperation yaitu: “direct
investment is mean acquisition of succifient investment in an under taking to
ensure it’s control by investor”, kesimpulan dari direct investment yaitu
bahwa penanaman modal (investor) diberikan keleluasaan pengusahaan dan
penyelenggaraan pimpinan dan perusahaan dimana modalnya ditanam, dalam arti
bahwa penanaman modal mempunyai penguasaan atas modal. Jadi penanaman modal
langsung itu artinya digunakan untuk menjalankan perusahaan di Indonesia.
Hulman Panjaitan dalam Jonker
Sihombing (2008:186) menyebutkan bahwa, “Investasi diartikan sebagai kegiatan
pemanfaatan dana yang di dalamnya terdapat unsur-unsur asing”. Keberadaan dari
unsur asing tersebut dapat dilihat dari berbagai indikator seperti adanya
kewarganegaraan yang berbeda, asal muasal modal yang berbeda, maupun
indikator-indikator lainnya.
Ekspor
Menurut Amir dalam Bobby Kresna
(2013:352), mengemukakan pendapatnya tentang ekspor sebagai berikut “ekspor
adalah upaya melakukan penjualan komoditas yang kita miliki kepada bangsa lain
atau Negara asing sesuai dengan mengharapkan pembayaran dalam valuta asing,
serta melakukan komunikasi dengan bahasa asing. Ekspor merupakan salah satu komponen
dari pendapatan agregat, semakin banyak barang yang diekspor maka semakin besar
pengeluaran agregat dan semakin tinggi pula pendapatan nasional suatu Negara.”
Pengertian ekspor yang lain
dikemukakan oleh Tandjung (2011:269) bahwa, “ekspor adalah pengeluaran barang
dari daerah pabean Indonesia untuk dikirimkan ke luar negeri dengan mengikuti
ketentuan yang berlaku terutama mengenai peraturan kepabeanan dan dilakukan
oleh seorang eksportir atau yang mendapat izin khusus dari Direktorat Jenderal
Perdagangan Luar Negeri Departemen Perdagangan.”
Suku Bunga
Harahap (2009:19) mengemukakan
”Pengertian suku bunga adalah harga dari meminjam uang untuk menggunakan daya
belinya, dan biasanya dinyatakan dalam persen (%)”.Menurut Sukirno
(2013:123-127), “investasi yang direncanakan hanya akan dilaksanakan apabila
tingkat keuntungan yang akan diperoleh adalah lebih besar dari suku bunga yang
harus dibayar”. Lebih lanjut Sukirno menambahkan bahwa “investasi terutama
ditentukan oleh suku bunga.Apabila suku bunga tinggi, jumlah investasi akan
berkurang, sebaliknya suku bunga yang rendah akan mendorong lebih banyak
investasi.”
Hal ini semua tergantung pada apakah
tingkat keuntungan yang diharapkan dari investasi tersebut lebih besar atau
lebih kecil daripada tingkat bunga yang harus dibayar untuk dana yang dipinjam
guna keperluan investasi tersebut. Meskipun dana tersebut sudah tersedia,
keputusan itu harus dibuat berdasarkan berbagai alternatif penggunaan dana.
Upah Pekerja
Menurut peraturan pemerintahan No 8
Tahun 1981, upah dapat diartikan suatu penerimaan sebagai imbalan dari
pengusaha kepada buruh untuk sesuatu pekerjaan atau jasa yang telah atau akan
dilakukan, yang dinilai dalam bentuk uang yang ditetapkan berdasarkan suatu
persetujuan atau peraturan perundang-undangan, dan dibayarkan atas dasar
perjanjian kerja antara pengusaha dengan buruh, termasuk tunjangan baik untuk
buruh sendiri maupun keluarganya.
Mengenai upah pekerja, Sukirno
(2013:350) menyatakan bahwa dalam teori ekonomi upah diartikan sebagai pembayaran
atas jasa-jasa fisik maupun mental yang disediakan oleh tenaga kerja kepada
para pengusaha.Upah dibedakan menjadi upah uang dan upah riil. Upah uang adalah
jumlah uang yang diterima para pekerja dan para pengusaha sebagai pembayaran
atas tenaga mental maupun fisik para pekerja yang digunakan dalam proses
produksi. Sedangkan upah riil adalah tingkat upah para pekerja di ukur dari
sudut kemampuan upah tersebut membeli barang-barang dan jasa yang diperlukan
untuk memenuhi kebutuhan para pekerja.
PDRB
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB)
merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam
suatu wilayah tertentu, atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang
dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi. Menurut Dumairy dalam Yuni (2011:16),
penghitungan PDRB dapat dihitung atau diukur dengan tiga macam pendekatan yaitu
:
a.
Pendekatan Produksi.
Menurut
pendekatan produksi PDRB merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang
dihasilkan oleh berbagai unit produksi di wilayah suatu negara dalam jangka
waktu setahun.
b.
Pendekatan Pendapatan.
PDRB adalah
jumlah balas jasa yang diterima oleh faktor-faktor produksi yang turut serta
dalam produksi di wilayah suatu negara dalam jangka waktu setahun.Balas jasa
produksi dimaksud meliputi upah dan gaji, sewa tanah, bunga modal dan
keuntungan.
c.
Pendekatan Pengeluaran.
PDRB adalah
jumlah seluruh komponen permintaan akhir, meliputi (1) pengeluaran konsumsi
rumah tangga dan lembaga swasta yang tidak mencari keuntungan, (2) pembentukan
modal tetap domestik bruto dan perubahan stok, (3) pengeluaran konsumsi
pemerintah dan (4) ekspor neto, dalam jangka waktu setahun.
Kerangka Pemikiran
Kerangka pemikiran teoritis dapat digambarkan
sebagaimana Gambar 1.
Gambar
1.
Kerangka
Pemikiran
Sumber
: Sarwedi (2002), Messayu Eliza (2013), Tri Rahayu (2010), Yuli Sulistyorini
(2011)
Hipotesis penelitian
Berdasarkan kerangka pemikiran
teoritis di atas, maka hipotesis penelitian ini dapat dijelaskan sebagai
berikut :
H1: Nilai ekspor berpengaruh positif
terhadap penanaman modal asing di Jawa Tengah.
H2: Suku bunga berpengaruh positif terhadap
penanaman modal asing di Jawa Tengah.
H3: Upah pekerja berpengaruh positif
terhadap penanaman modal asing di Jawa Tengah.
H4:
PDRB berpengaruh positif terhadap penanaman modal asing di Jawa Tengah.
Adapun hipotesis nol (Ho) dan
hipotesis alternative (Ha) yang dapat disusun dari permasalahan ini sebagai
berikut :
Hipotesis Nol (Ho)
Ho1 : Tidak ada pengaruh yang
signifikan antara nilai ekspor terhadap penanaman modal asing di Provinsi Jawa
Tengah.
Ho2 : Tidak ada pengaruh yang
signifikan antara suku bunga terhadap penanaman modal asing di Provinsi Jawa
Tengah.
Ho3 : Tidak ada pengaruh yang
signifikan antara upah pekerja terhadap penanaman modal asing di Provinsi Jawa
Tengah.
Ho3 : Tidak ada pengaruh yang
signifikan antara PDRB terhadap penanaman modal asing di Provinsi Jawa Tengah.
Ho4 : Tidak ada pengaruh yang
signifikan antara nilai ekspor, suku bunga, upah pekerja, dan PDRB terhadap
penanaman modal asing di Provinsi Jawa Tengah.
Hipotesis Alternatif (Ha)
Ha1 : Terdapat pengaruh yang
signifikan antara nilai ekspor terhadap penanaman modal asing di Provinsi Jawa
Tengah.
Ha2 : Terdapat pengaruh yang
signifikan antara suku bunga terhadap penanaman modal asing di Provinsi Jawa
Tengah.
Ha3 :
Terdapat pengaruh yang signifikan antara upah pekerja terhadap penanaman
modal asing di Provinsi Jawa Tengah.
Ha4 :
Terdapat pengaruh yang signifikan antara PDRB terhadap penanaman modal
asing di Provinsi Jawa Tengah.
Ha5 :
Terdapat pengaruh yang signifikan antara nilai ekspor, suku bunga, upah
pekerja, dan PDRB terhadap penanaman modal asing di Provinsi Jawa Tengah.
METODE PENELITIAN
Populasi dan Sampel Penelitian
Populasi dalam penelitian ini adalah
semua data perkembangan penanaman modal asing, data suku bunga, data upah
pekerja, dan data PDRB di Jawa Tengah pada tahun 2004-2013. Dan untuk sampling
data, peneliti memilih data triwulanan, yaitu data nilai investasi penanaman
modal asing, data suku bunga, data upah pekerja yang dilihat dari UMK, dan data
PDRBberdasarkan harga berlaku di Jawa Tengah pada tahun 2004:1-2013:4.
Alat Analisis Data
Alat analisis data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah Analisis Regresi Linier Berganda dengan melakukan
uji t, uji f, koefisien determinasi, dan uji ekonometrika yang terdiri dari uji
normalitas, uji heterokedastisitas, uji autokorelasi, dan uji multikolinieritas.
Metode analisis yang digunakan adalah Ordinary
Least Square (OLS) dengan menggunakan Eviews 7. Metode pengumpulan data
diperoleh melalui berbagai sumber yaitu studi pustaka dan wawancara.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Penelitian dilakukan dengan melihat
perkembangan penanaman modal asing, nilai ekspor, suku bunga, dan PDRB di Jawa
Tengah, khususnya pada tahun 2004:1-2013:4. Jawa Tengah adalah salah satu
provinsi di Indonesia yang terletak di bagian tengah Pulau Jawa.Provinsi ini
berbatasan dengan Provinsi Jawa Barat di sebelah barat, Samudra Hindia dan
Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di sebelah selatan, Jawa Timur di sebelah
timur, dan Laut Jawa di sebelah utara.Luas wilayahnya 34.548 km², atau sekitar
28,94% dari luas pulau Jawa.Provinsi Jawa Tengah juga meliputi Pulau Nusa
kambangan di sebelah selatan (dekat dengan perbatasan Jawa Barat), serta
Kepulauan Karimun Jawa di Laut Jawa.
Secara administratif, Provinsi Jawa
Tengah terdiri atas 29 kabupaten dan 6 kota. Administrasi pemerintahan
kabupaten dan kota ini terdiri atas 545 kecamatan dan 8.490
desa/kelurahan.Menurut tingkat kemiringan lahan di Jawa Tengah, 38% lahan memiliki
kemiringan 0-2%, 31% lahan memiliki kemiringan 2-15%, 19% lahan memiliki
kemiringan 15-40%, dan sisanya 12% lahan memiliki kemiringan lebih dari
40%.Jumlah penduduk Provinsi Jawa Tengah adalah 32.380.687 jiwa terdiri atas
16.081.140 laki-laki dan 16.299.547 perempuan.
Hasil Analisis Regresi Linier Berganda
Hasil Analisis Regresi Linier
Berganda dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1
Hasil Analisis Regresi Linier
Berganda
|
Variable
|
Coefficient
|
Std. Error
|
t-Statistic
|
Prob.
|
|
PDRB
|
27.00891
|
0.045453
|
0.107299
|
0.0001
|
|
NILAI
EKSPOR
|
33.78280
|
12.98224
|
3.236841
|
0.0000
|
|
SUKU
BUNGA
|
38.30955
|
174.8295
|
1.254909
|
0.0001
|
|
UPAH
PEKERJA
|
13.01093
|
0.002876
|
2.218148
|
0.0002
|
|
C
|
14915.61
|
4220.584
|
4.071855
|
0.0000
|
|
R-squared
|
0.586384
|
Mean dependent var
|
55018.10
|
|
|
Adjusted R-squared
|
0.671550
|
S.D. dependent var
|
2609.670
|
|
|
S.E. of regression
|
1621.598
|
Akaike info criterion
|
19.02340
|
|
|
Sum squared resid
|
1.43E+09
|
Schwarz criterion
|
18.23451
|
|
|
Log likelihood
|
-355.4680
|
Hannan-Quinn criter.
|
18.09973
|
|
|
F-statistic
|
38.12792
|
Durbin-Watson stat
|
0.601266
|
|
|
Prob(F-statistic)
|
0.000214
|
|
|
|
Koefisien Determinasi
Uji koefisien determinasi atau Goodness of fit
digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan
variasi variabel terkait. Nilai koefisien determinasi adalah diantara 0 dan 1. Besarnya
koefisien determinasi ditunjukkan oleh nilai R-square dimana hasil analisis
regresi dalam persamaan penanaman modal asing memiliki nilai R-square 0.586384
yang berarti bahwa variabel nilai ekspor, suku bunga, upah pekerja, dan PDRB
memberikan kontribusi sebesar 58,63%. Sisanya sebesar 41,37% dijelaskan oleh
variabel lain.
Uji Simultan (Uji F)
Penggunaan persamaan regresi linier berganda dengan
metode Ordinary Least Square (OLS)
menyatakan bahwa nilai signifikansi dari uji F dapat dilihat dari Prob(F-statistic)
yaitu sebesar 0.000214 yang berarti bahwa 0,000214<0,05 maka Ho diterimadan
Ha ditolak, sehingga secara simultan nilai ekspor, suku bunga, upah pekerja,
dan PDRB berpengaruh terhadap PMA di Jawa Tengah.
Uji Parsial (Uji t)
Berdasarkan hasil output Eviews 7.0 pada tabel 1,
analisis secara parsial menunjukkan bahwa masing-masing variabel yaitu nilai
ekspor, suku bunga, upah pekerja, dan PDRB berpengaruh signifikan terhadap PMA
di Jawa Tengah. Hal ini dapat dilihat dari nilai Prob(t-statistic) dari
masing-masing variabel yang menunjukkan bahwa nilai tersebut lebih kecil dari
0,05.
Rumus Persamaan Regresi
Persamaan regresi dalam penelitian
ini dapat dilihat dari Rumus 1.
Rumus 1
Persamaan Regresi
Y=14915.61+33.78280X1+38.30955X2 +13.01093X3+27.00891X4
Keterangan:
Y
= penanaman modal asing
X1= nilai ekspor
X2= suku bunga
X3= upah pekerja
X4= PDRB
e
= standart eror
Konstanta sebesar 14915.61 mempunyai
arti jika tidak ada perubahan dalam variabel nilai ekspor, suku bunga, upah
pekerja, dan PDRB maka penanaman modal asingakan tetap sebesar 14915.61 ribu
US$. Koefisien regresi X1 sebesar 33.78280 mempunyai arti bahwa setiap
peningkatan 1 juta US$ variabel nilai ekspor, maka penanaman modal asing akan
meningkat sebesar 33.78280 ribu US$. Koefisien regresi X2 sebesar 38.30955
mempunyai arti bahwa setiap peningkatan 1 persen variabel suku bunga, maka penanaman
modal asing akan meningkat sebesar 38.30955 ribu US$. Koefisien regresi X3
sebesar 13.01093mempunyai arti bahwa setiap peningkatan 1 ribu rupiah variabel upah
pekerja, maka penanaman modal asing akan meningkat sebesar 13.01093 ribu US$.
Koefisien regresi X4 sebesar 27.00891 mempunyai arti bahwa setiap peningkatan 1
milyar rupiah variabel PDRB, maka penanaman modal asing akan meningkat sebesar 27.00891
ribu US$.
Uji Ekonometrika
Uji Normalitas
Model regresi yang baik adalah model yang memiliki nilai
residual yang terdistribusi normal. Uji ini dilakukan dengan uji histogram,
kriteria ujinya adalah dengan melihat nilai p-value
Jarque Berra. Jika nilai p-value
Jarque Berra lebih besar dari taraf nyata α=0,05 maka model persamaan yang
digunakan nilai residualnya telah terdistribusi normal. Dan sebaliknya jika
nilai p-value Jarque Berra lebih
kecil dari taraf nyata α=0,05 maka model persamaan yang digunakan nilai
residualnya tidak terdistribusi normal.
Pada penelitian ini nilai p-value Jarque Berra sebesar
0,605126, hal ini berarti bahwa model persamaan PMA nilai residualnya telah
terdistribusi normal.
Uji Autokorelasi
Pengujian autokorelasi adalah untuk melihat apakah terjadi
korelasi antara suatu periode t dengan periode sebelumnya (t-1). Autokorelasi
dideteksi dengan menggunakan pengujian Breusch-Godfrey
Serial Correlation LM Test. Kriteria ujinya adalah Obs*R-squarednya lebih besar dari taraf nyata α=0,05 maka tidak
menolak Ho yang artinya bahwa model persamaan yang digunakan pada penelitian
ini tidak mengalami masalah autokorelasi. Sebaliknya jika Obs*R-squarednya lebih kecil dari taraf nyata α=0,05 maka menolak
Ho yang artinya bahwa model persamaan yang digunakan pada penelitian ini
mengalami masalah autokorelasi.
Model persamaan yang digunakan dalam penelitian ini mempunyai
Obs*R-squared sebesar 2.505079. Nilai
ini lebih besar dari taraf nyata α=0,05, artinya model persamaan yang digunakan
dalam penelitian ini tidak memiliki masalah autokorelasi.
Uji Heterokedastisitas
Uji heterokedastisitas dilakukan melalui uji white yaitu (White’s General Heterokedasticity Test).
Kriteria ujinya adalah jika Obs*R-squared
nya lebih besar dari taraf nyata α=0,05 maka model persamaan yang digunakan
tidak mengalami masalah heterokedastisitas, dan sebaliknya jika Obs*R-squared nya lebih kecil dari taraf
nyata α=0,05 maka model persamaan yang digunakan mengalami masalah
heterokedastisitas.
Hasil uji dari persamaan yang digunakan dalam penelitian ini
diketahui bahwa Obs*R-squared adalah
sebesar 22.03163 dimana nilai tersebut lebih besar dari taraf nyata α=0,05,
maka model persamaan pada penelitian ini tidak mengalami masalah
heterokedastisitas.
Uji Multikolinieritas
Uji multikolinieritas dilakukan untuk melihat koefisien
korelasi antar variabel bebas (independen)
pada correlation matrix. Pada model
persamaan yang digunakan dalam penelitian ini tidak terdapat variabel yang
mempunyai nilai koefisien korelasi yang relatif tinggi yaitu lebih dari |0,8|,
maka tidak terdapat multikolinieritas.
PEMBAHASAN
Pengaruh Ekspor Terhadap PMA
Variabel Nilai Ekspor berpengaruh positif dan signifikan
terhadap PMA di Jawa Tengah pada taraf nyata α=0,05. Koefisien nilai ekspor
sebesar 33.78280, artinya setiap peningkatan nilai ekspor sebesar 1 juta
US$ akan mendorong peningkatan penanaman
modal asing sebesar 33,78 ribu US$. Nilai ekspor secara individu memiliki
pengaruh yang signifikan terhadap penanaman modal asing di Jawa Tengah dengan
melihat nilai thitung sebesar 3.236841> 2.015 dan nilai signifikansi
0.0000< 0,05.
Menurut teori dan penelitian terdahulu, nilai total ekspor
yang terus mengalami kenaikan diyakini akan diikuti dengan naiknya jumlah
investasi asing langsung yang masuk ke dalam perekonomian negara tersebut,
karena nilai total ekspor memiliki pengaruh yang positif dan signifikan
terhadap investasi asing langsung serta dapat disimpulkan memiliki hubungan
yang komplementer terhadap investasi asing langsung. Selain itu, segala
kelebihan produksi dalam negeri diharapkan mampu diperdagangkan ke luar negeri
dan menghasilkan keuntungan serta meningkatkan pendapatan bagi negara. Dengan
demikian hipotesis satu (h1) diterima, yang menyatakan “Nilai ekspor
berpengaruh positif terhadap PMA di Jawa Tengah”.
Pengaruh Suku Bunga Terhadap PMA
Hasil estimasi OLS menunjukkan bahwa
variabel suku bunga mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap
penanaman modal asing. Hubungan yang positif ini sesuai dengan hipotesis awal
penelitian yang menyatakan bahwa “Suku bunga berpengaruh positif terhadap PMA
di Jawa Tengah”. Koefisien parsial variabel suku bunga sebesar 38.30955 dan
signifikan pada taraf nyata α=0,05 yang ditunjukkan dengan nilai probabilitas
tingkat signifikan sebesar 0,0001.
Umum dijumpai dalam literature bahwa
suku bunga memiliki korelasi yang negatif dengan minat berinvestasi. Namun
hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh
Messayu Eliza (2013). Hal ini bisa terjadi karena diduga tingkat pengembalian
modal yang dapat dinikmati oleh investor asing masih lebih besar dibandingkan
dengan tingkat suku bunga yang harus dibayarkan oleh investor kepada bank,
sehingga suku bunga berpengaruh positif terhadap minat penanaman modal asing di
Jawa Tengah. Penelitian lain yang menunjukkan suku bunga berpengaruh positif
adalah hasil penelitian dari Jonny Abdune (2012) bahwa pada saat suku bunga naik
maka harga barang domestik juga akan naik, sehingga konsumen akan lebih memilih
untuk mengkonsumsi barang asing (impor).
Pengaruh Upah Pekerja Terhadap PMA
Berdasarkan hasil analisis regresi, diperoleh hasil
koefisien untuk variabel upah pekerja secara parsial memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap penanaman modal asing di Jawa Tengah dengan melihat nilai
signifikansi 0.0002 < 0,05.
Hasil nilai t hitung yang menunjukkan nilai positif
berarti bahwa hipotesis tiga (h3)diterima, yang menyatakan bahwa “Upah pekerja
berpengaruh positif terhadap PMA di Jawa Tengah”. Hal ini dikarenakan jika upah
pekerja di Jawa Tengah tinggi maka menunjukkan stabilitasi ekonomi di Jawa
Tengah bagus, sehingga masyarakat terpenuhi kebutuhan hidupnya. Sebaliknya,
apabila upah pekerja rendah maka resiko yang mungkin terjadi adalah demo para
buruh/pekerja yang mengancam mogok kerja karena menuntut kenaikan upah,
sehingga menyebabkan nama perusahaan menjadi tercoreng. Maka dari itu,
perusahaan asing lebih meningkatkan kinerja dan sumber daya manusia agar saling
menguntungkan masing-masing pihak.
Pengaruh PDRB Terhadap PMA
Variabel PDRB berpengaruh positif dan signifikan
terhadap PMA di Jawa Tengah pada taraf nyata α=0,05. Koefisien PDRB sebesar
27.00891, artinya setiap peningkatan PDRB sebesar 1 milyar rupiah akan
mendorong peningkatan penanaman modal asing sebesar 27,00 ribu US$. PDRB secara
individu memiliki pengaruh yang signifikan terhadap penanaman modal asing di
Jawa Tengah dengan melihat nilai signifikansi 0.0001 < 0,05.
Hasil t hitung menunjukkan nilai positif yaitu sebesar
0.107299, hal ini berarti kenaikan PDRB di Jawa Tengah akan menyebabkan
penanaman modal asing meningkat sebab PDRB berpengaruh terhadap pilihan lokasi
berinvestasi yang artinya bahwa PDRB yang tinggi di suatu daerah menjadi tujuan
utama bagi investor. Hal ini sesuai dengan teori PMA yang menyatakan bahwa
salah satu tujuan PMA adalah untuk mendapatkan sumber-sumber pasar baru,
artinya para investor akan memilih lokasi PMA di negara yang mempunyai daya
beli tinggi untuk produk yang akan dihasilkan. Hasil penelitian ini sesuai
dengan hipotesis empat (h4) diterima, yang menyatakan bahwa “PDRB berpengaruh
positif terhadap PMA di Jawa Tengah”, sehingga hipotesis tersebut dapat.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis regresi
linier berganda, maka dapat disimpulkan bahwa secara simultan atau bersama-sama
variabel nilai ekspor, suku bunga, upah pekerja, dan PDRB berpengaruh
signifikan terhadap penanaman modal asing di Jawa Tengah. Secara parsial, nilai
ekspor berpengaruh positif dan signifikan terhadap penanaman modal asing di
Jawa Tengah. Suku bunga berpengaruh positif dan signifikan terhadap penanaman
modal asing di Jawa Tengah. Upah pekerja berpengaruh positif dan signifikan
terhadap penanaman modal asing di Jawa Tengah. Dan juga PDRB berpengaruh
positif dan signifikan terhadap penanaman modal asing di Jawa Tengah.
DAFTAR PUSTAKA
Anggota IKAPI. 2007. Penanaman Modal Undang-Undang RI Nomor 25
Tahun 2007. Bandung : Fokus Media
Abdune, Jonny. 2012. Pengaruh Gross Domestic Product, Nilai
Tukar, Suku Bunga, dan Inflasi Terhadap Penanaman Modal Asing di Indonesia.
Jurnal Ilmiah. Surabaya: FEB Universitas Airlangga
Eliza, Messayu. 2013. Analisis Pengaruh Variabel Makroekonomi
Terhadap Investasi Asing di Indonesia. Jurnal Ilmiah. Malang: FEB
Universitas Brawijaya
Harahap S, Sofyan. 2009. Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan.
Jakarta: Raja Grafindo Persada
Kresna, Bobby. 2013. Pengaruh Total Ekspor, LIBOR, dan Upah
Tenaga Kerja Terhadap Investasi Asing Langsung di Indonesia. Jurnal Ekonomi
Pembangunan. FE Universitas Udayana
Rahayu, Tri. 2010. Skripsi. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
Penanaman Modal Asing di Indonesia. Surakarta: FE Universitas Sebelas Maret
Salim, Budi Sutrisno. 2008. Hukum Investasi di Indonesia. Jakarta:
Rajawali Pers
Sarwedi, 2002. Investasi Asing Langsung di Indonesia dan
Faktor yang Mempengaruhinya. Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol. 4, No. 1.
Surabaya: FE Universitas Kristen Petra
Sihombing, Jonker. 2008. Investasi Asing melalui Surat Utang Negara
di Pasar Modal. Bandung: PT.Alumni
Sulistyorini, Yuni. 2011. Skripsi. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
Penanaman Modal Asing di Jawa Timur. Bogor: IPB
Sukirno, Sadono. 2013. Makro Ekonomi Teori Pengantar.
Edisi ke 3. Jakarta :Rajawali Pers.
Tandjung, Marolop. 2011. Aspek dan Prosedur Ekspor-Impor.
Jakarta: Salemba Empat
Wuturi, Tri. 2006. Skripsi. Analisis Pengaruh Nilai Impor dan Upah
Karyawan Domestik Terhadap Foreign Direct Investment (FDI) Jepang ke Jateng
Melalui Badan Penanaman Modal (BPM) Jateng. Semarang: Politeknik Negeri
Semarang
Yogatama, I Made. 2011. Skripsi. Pengaruh Produk Domestik Bruot, Suku Bunga,
Upah Pekerja, dan Nilai Total Ekspor Terhadap Investasi Asing Langsung di
Indonesia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar