PENGARUH NILAI
EKSPOR DAN NILAI TUKAR MATA UANG RUPIAH (KURS) TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI
JAWA TENGAH
Liris Chrismadana,
Sugiyanta, Achmad Zaenuddin
Jurusan Administrasi
Bisnis, Politeknik Negeri Semarang
ABSTRACT
The research aims at knowing how
influence of exports value and the Indonesian rupiah exchange rate to the
economic growth in Central Java. This research uses multiple linear regression
analysis with annual data year 1984-2013 and uses secondary data from government
institution in Central Java. The data collect used a literature review.
Partially, the independent variable of the export value give a significant
effect on economic growth in Central Java. Partial regression test (t test)
showed that H0 accepted and Ha rejected contained in the export value variable
(X1). While the variable currency exchange rates also has a significant impact
on economic growth in Central Java. Partial regression test (t test) showed
that H0 accepted and Ha rejected contained in the export value variable (X2)
but the exchange rate have influence negatif to the economic growth in Central
Java. Simultaneously, the two independent variables significantly influence the
economic growth in the province of Central Java.For the coefficient of
determination value R Square (R2) of 0.634, which means 63.4% economic growth
in Central Java Province can be explained by two Independent variables export
and currency exchange rate While the remaining 36.6% is explained by other
causes.
Keyword : Exchange Rate,
Export, Central Java, Economic Growth
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pertumbuhan
ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan adalah merupakan syarat terpenting bagi
proses pembangunan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan sebagai proses
perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara
berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan
ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu
perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional.
Pertumbuhan ekonomi atau Pendapatan Daerah suatu kota di tentukan oleh berbagai
macam faktor, diantaranya adalah sumber daya manusia, sumber daya alam, faktor
ilmu pengetahuan dan teknologi, faktor budaya serta sumber daya modal.
Pertumbuhan ekonomi dapat dilihat dari pertumbuhan angka PDRB (Produk Domestik
Regional Bruto) saat ini PDRB dihitung berdasarkan dua pendekatan, yaitu dari
sisi sektoral/lapangan usaha dan dari sisi penggunaan. Selanjutnya PDRB juga
dihitung berdasarkan harga berlaku dan harga konstan. Total PDRB menunjukkan
jumlah seluruh nilai tambah yang dihasilkan oleh penduduk dalam periode
tertentu. (berita Resmi Statistik No. 29/TH.V/19/Agustus/2003.
Beberapa indikator ekonomi makro yang mendukung
terjadinya perlambatan pertumbuhan adalah nilai tukar rupiah dan laju inflasi.
Nilai tukar rupiah terhadap USD dari tahun ketahun semakin tinggi, sehingga
berdampak pada tingginya laju inflasi.
Sehubungan dengan hal tersebut maka pada penelitian
ini diberi judul “PENGARUH NILAI EKSPOR DAN NILAI TUKAR RUPIAH (KURS) TERHADAP
PERTUMBUHAN EKONOMI DI JAWA TENGAH (PERIODE 1984-2013)”
TINJAUAN PUSTAKA
Manfaat Perdangan Internasional
Manfaat perdagangan internasional dapat dilihat dari
berberapa prepestif (Ruigrok & Wagner,2003).
Pertama, dari
sudut pandang Foreiggn Direct Investmen (FDI), perdagangan internasional
memberikan peluang terhadap para pengusaha dalam memanfaatkan market
imperfection pada pasar produk, faktor dan finansial. Manfaat lainnya yang
dikemukakan pakar bisnis international dan industrial organization economic
adalah tercapainya skala dan lingkup ekonomis.
Kedua, dari
sisi pandang financial economics, diversifikasi portofolio bisa tercapai,
sehingga dapat menguntungkan kinerja risk-return pada perusahaan yang melakukan
perdagangan internasional.
Ketiga, menurut
teori Multinational Corporation (MNC), perdagangan internasional memberikan
keuntungan bagi perusahaan MNC untuk melakukan transfer sumber daya
internasional dan melakukan intergrasi terhadap struktur, sistem, dan proses
perusahaan dengan kompetensi spesifik yang tidak tersedia bagi perusahaan yang
beroprasi secara domestik.
Keempat, berdasarkan
teori Resource-Based View, perdagangan internasional mempercepat pembelajaran
organisasi dan knowladge development melalui pemanfaatan sumber daya dan
kompetensi inti dalam skala global.
Hambatan Perdagangan Internasional
Dalam bisnis global sekarang ini banyak sekali
hambatan-hambatan yang terjadi seperti hambatan tarif, non-tarif, kuota dan
lain sebagainya. Pada dasarnya ada dua tipe hambatan yaitu hambatan tarif dan
non tarif.
Ekspor
Ekspor adalah proses transportasi barang atau
komoditas dari suatu negara ke negara lain.
(id.m.wikipedia.org/08/04.2015.10.30 ). “Ekspor adalah kegiatan penjualan atau
pengiriman barang, jasa, atau modal yang berasal dari daerah pabean keluar dari
daerah pabean melalui perjanjian atau tidak, yang dilakukan oleh orang, badan
hukum atau negara, sesuai dengan peraturan yang berlaku. ( Ali Purwito dan
Indriani, 2015: 7)”

Nilai Tukar Rupiah (Kurs)
Menurut Triyono (2008), kurs (exchange rate)
adalah pertukaran antara dua mata uang yang berbeda, yaitu merupakan
perbandingan nilai atau harga antara kedua mata uang tersebut.”
(R.Saravanan:2013) : The exchange rate is the rate
at which one currency purchases other currency. In other words it is the
purchasing power of one currency in terms of another currency. It is also the
external value of one currency. The rise in exchange rate against another
currency is called as appreciation and the fall is called as depreciation. The
appreciation of exchange rate has negative impact on the exports as it erodes
the profitability of the exporter. Not only the appreciation but also the
fluctuating exchange has impact on the export business decisions.

Pertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi diartikan sebagai perkembangan
kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksi
dalam masyarakat bertambah. (Sadono Sukirno, 2012: 9)

Kerangka Pemikiran Teoritis
Ada 2 (dua) variabel yang akan digunakan untuk
mengukur pertumbuhan ekonomi yaitu ekspor (export), Nilai tukar rupiah (kurs).
Kerangka pemikiran teoritis dalam mengukur pertumbuhan ekonomi pada penelitian
ini terdapat pada gambar 1
Kerangka Pemikiran Teoritis
Gambar 1

Kerangka pemikiran teoritis pada gambar 1 menunjukkan
bahwa pertumbuhan ekonomi dijelaskan melalui 3 (tiga) variabel yaitu ekspor (export)
dan nilai tukar rupiah (kurs).
Hipotesis Penelitian
Adapun Hipotesis dalam penelitian ini :
1. Variabel Ekspor (X1)
Ho : Diduga Kegiatan Ekspor berpengaruh signifikan
terhadap pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah periode 1984-2013
Ha : Diduga Kegiatan Ekspor tidak berpengaruh
signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah periode 1984-2013
2. Variabel Nilai Tukar Rupiah (X2)
Ho : Diduga Nilai Tukar Rupiah terhadap dollar
berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah periode 1894
– 2013
Ha : Diduga Nilai Tukar Rupiah terhadap dollar tidak
berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah periode 1984
- 2013
3. Variabel Ekspor dan Nilai Tukar Rupiah
Ho : Diduga Kegiatan Ekspor dan Nilai Tukar Rupiah
terhadap dollar berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Jawa
Tengah periode 1984-2013
Ha : Diduga Kegiatan Ekspor dan Nilai Tukar Rupiah
terhadap dollar tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di
Jawa Tengah periode 1984-2013.
METODE PENELITIAN
Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas
objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan
untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Jadi populasi bukan hanya
orang, tetapi juga objek dan benda-benda alam yang lain (Sugiyono, 2012: 90).
Populasi dalam penelitian ini adalah jumlah keseluruhan nilai ekspor dan impor
di Provinsi Jawa Tengah yang akan dinilai tingkat kesejahteraanya selama kurun
waktu 30 (tiga puluh) tahun dari tahun 1984-2013.
Sampel
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berupa data
bulanan ekspor dan nilai tukar rupiah (kurs) periode 1984-2013. Sampel ekspor
yang diteliti adalah seluruh jumlah kegiatan ekspor yang terjadi di Jawa Tengah
dalam periode tahun 1984-2013 (tiga puluh tahun). Sampel nilai tukar rupiah
(kurs) yang diteliti adalah berubahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar yang
terjadi di Jawa Tengah selama 30 tahun dari tahun 1984 – 2013)
Data Penelitian
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data
Kuantitatif yaitu data statistik berbentuk angka baik yang secara langsung dari
hasil penelitian maupun hasil pengolahan data kualitatif (Wiyono, 2011: 128).
Data kuantitafif dalam penelitian ini adalah jumlah ekspor dan impor yang
terjadi selama kurun waktu 30 (tiga puluh) tahun dimulai dari tahun 1984-2013
di Jawa Tengah. Data yang digunakan selain data kuantitafif, penelitian ini
menggunakan data sekunder yang berupa data time series dengan periode
pengamatan 30 (tiga puluh) tahun. Data yang digunakan antara lain sebagai
berikut:
1.
Jumlah ekspor
yang terjadi dari tahun 1984-2013 di Provinsi Jawa Tengah.
2.
Perubahan nilai
tukar rupiah terhadap dolar (kurs) yang terjadi dari tahun 1984-2013 di
Provinsi Jawa Tengah.
3.
PDRB atas dasar
harga konstan.
Metode Pengumpulan Data
Metode dalam pengumpulan data yang digunakan dalam
penulisan karya ilmiah ini berhubungan dengan masalah yang akan dibahas
menggunakan metode dokumentasi yaitu pengumpulan data dilakukan dengan kategori
dan klasifikasi data-data yang tertulis berdasarkan dari berbagai macam sumber
seperti buku-buku, artikel, dan lain-lain. Jenis Data Menurut Sifatnya
Menurut Suprianto (2001:25) jenis data menurut
sifatnya dibagi menjadi :
1.
Data Kuantitatif,
merupakan data yang berbentuk angka, seperti keterangan tentang jumlah, rata-rata,
presentase dan rasio
2.
Data Kualitatif
adalah data yang tidak berbentuk angka.
Jenis Data Menurut Dimensi Waktu
Menurut Kuncoro (2001:24) berdasarkan dimensi waktunya
data dibagi menjadi tiga yaitu :
1.
Data Runtut Waktu
(time-series)
Data runtut waktu merupakan data yang secara
kronologis disusun menurut waktu pada suatu variabel tertentu.
2.
Data Silang
Tempat (Cross-section)
Data silang tempat merupakan data yang dikumpulkan
pada suatu titik waktu.
3.
Data Polling
Data Polling merupakan kombinasi antara data runtut
waktu dan silang tempat.
Jenis Data Menurut Cara Memperolehnya
Menurut Mustafa (2009:92) jenis data menurut cara
memperolehnya dibagi menjadi :
1.
Data Primer
Data Primer merupakan data yang diperoleh berdasarkan
pengukuran secara langsung oleh peneliti dari sumbernya (sumber penelitiannya).
2.
Data Sekunder
Data Sekunder adalah data yang telah dikumpulkan oleh
pihak lain dan telah terdokumentasi, sehingga peneliti tinggal menyalin data
tersebut untuk kepentingan penelitiannya. Pada penelitian ini menggunakan
pengumpulan data sekunder dengan penelusuran literatur di Perpustakaan Pusat
Politeknik Negeri Semarang, perpustakaan Badan Pusat Statistik Jawa Tengah dan
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah.
Variabel Penelitian dan Definisi Operasional Variabel
a. Variabel Independen
Yaitu variabel yang mempengaruhi variabel lainnya,
kaitannya dengan masalah yang diteliti adalah Ekspor dan Nilai Tukar Mata Uang
(Kurs).
b. Variabel Dependen
Yaitu variabel yang dipengaruhi oleh variabel lainnya,
kaitan dengan masalah yang diteliti maka yang menjadi variabel terkait adalah
Pertumbuhan Ekonomi di Jawa Tengah.
Definisi Operasional Variabel
1. Ekspor
adalah kegiatan penjualan atau pengiriman barang, jasa, atau modal yang berasal
dari daerah pabean keluar dari daerah pabean melalui perjanjian atau tidak,
yang dilakukan oleh orang, badan hukum
atau negara, sesuai dengan peraturan yang berlaku.
2. Nilai
Tukar Rupiah (Kurs) adalah sebuah perjanjian yang dikenal sebagai nilai
tukar mata uang terhadap pembayaran saat ini atau di kemudian hari, antara
dua mata uang masing – masing negara atau wilayah.
3. Pertumbuhan
Ekonomi (PDRB) adalah perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan
barang dan jasa yang diproduksi dalam masyarakat bertambah.
Model Regresi / Analisis Data
Untuk menguji variabel bebas (independent variabel)
dengan variabel terikat (dependent variabel) penguji menggunakan teknik
analisis statistik regresi linier berganda dengan bantuan SPSS 16.0. Pengujian
regresi linier berganda ini menggunakan data time series dengan persamaan
matematik sebagai berikut :
Y = a + b1X1 + b2X2 + e
Dimana:
Y : Nilai dari Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah
a : Konstanta
b1,b2 : Koefisien regresi parsial
X1 : Nilai Ekspor
X2 : Nilai tukar rupiah (kurs)
e : error
Model ini dibentuk untuk melihat pengaruh secara
parsial maupun simultan variabel ekspor dan Nilai tukar Rupiah terhadap
Pertumbuhan Ekonomi di Jawa Tengah.
Model persamaan yang diperoleh dari pengolahan data
diharapkan tidak terjadi multikolinieritas, heterokodastisitas dan
autokorelasi. Untuk mengetahui ada atau tidaknya gejala-gejala tersebut akan
dilakukan terlebih dahulu dengan uji asumsi klasik.
HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Statistik Deskriptif
Menurut Gozali (2006: 19) statistik deskriptif
memberikan gambaran atau diskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata
(mean), standar deviasi, varian, maksimum, minimum, sum, range kurtosis dan
skewness (kemencengan distribusi).
Dari hasik pengolahan data menggunakan SPSS 16.0 dapat
dilihat pada tabel 8
Berdasarkan
tabel 8 diatas, dapat dilihat bahwa nilai pada variabel PDRB memiliki rata-rata
sebesar 145.000.000 US $ dengan nilai PDRB tertinggi 827.000.000 US $ yang
terjadi pada tahun 2011 dan terendah sebesar 8.232.169 yang terjadi pada tahun
1984 US $. Variabel ekspor memiliki nilai terendah pada tahun 1984 dengan nilai
sebesar 7.300.191 US $, sedangkan nilai ekspor tertinggi terjadi pada tahun
2013 dengan ttal nilai sebesar 532.660.000 US $. Dan mempunyai nilai rata-rata
sebesar 186.853.170 US $.
Untuk variabel Kurs memiliki nilai terendah pada tahun
1984 sebesar Rp 909,00. Nilai kurs tertinggi terjadi pada tahun 2013 dengan
nilai sebesar Rp 12.055,00. Nilai kurs memiliki rata-rata sebesar Rp 6.206,00.
2. Uji Normalitas Data
Uji normalitas ini memiliki tujuan untuk mengetahui
normal atau tidaknya data yang diuji. Uji normalitas sangat penting karena
merupakan salah satu syarat pengujian parametric test, yaitu data harus
berdistribusi normal. Cara menguji uji normalitas dengan menggunakan program pengolahan
data (SPSS), nilai signifikan dapat keluar secara otomatis.
Pada uji normalitas kali ini menggunakan uji Zskewness
dan Zkurtosis. Data yang diperoleh dari hasil olah SPPS sebagai berikut :


Dengan
menggunakan perhitungan Skewness dan Kurtosis maka mendapatkan hasil sebagai
berikut :
Zskewness =
Zkurtosis =

3. Uji Multikolonieritas
Dalam model regresi, untuk mendeteksi ada atau
tidaknya multikolonieritas dapat dilihat dari nilai tolerance atau variance
inflation factor ( VIF). Jika nilai VIF kurang dari 10 dan lebih dari 0.1 maka
model regresi bebas multikolonieritas. Dan sebaliknya jika nilai VIF lebih dari
10 maka model regresi mengandung multikolonieritas. Berikut hasil output
pengujian multikolonieritas dengan bantuan aplikasi SPSS 16.0
Dari
tabel diatas menunjukkan bahwa nilai tolerance semua variabel independent yaitu
ekspor dan kurs mempunyai angka lebih besar dari 0.1 dan angka VIF kurang dari
10. Hal ini menunjukkan bahwa semua variabel independent dalam penelitian ini
tidak memiliki gejala multikolonieritas dengan variabel lainnya sehingga model
regreasi ini layak digunakan.
4. Uji Autokorelasi
Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah dalam model
regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan
kesalahan pengganggu pada periode t-1 (periode sebelumnya). Jika terjadi
korelasi, maka dinamakan ada problem autokorelasi. Masalah ini timbul karena
residual (kesalahan pengganggu) tidak bebas dari observasi satu ke observasi
lainnya. Hal ini biasanya terjadi pada data time series. Karena model regresi
yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi. Salah satu cara yang
digunakan untuk mendeteksi autokorelasi adalah dengan uji Durbin-Watson. Hasil
uji Durbin-watson dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Berdasarkan
teori Sunyoto (2011:91), nilai D-W sebesar 1.032 berada diantara -2 dan +2.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam uji ini tidak terdapat atau terjadi
autokorelasi dan model regresi, sehingga pengujian ini layak untuk digunakan.
5. Uji Heterokedastisitas
Uji heterokedastisitas memiliki tujuan untuk menguji
apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual suatu
pengamatan dengan pengamatan yang lain. Jika variance dari suatu pengamatan ke
pengamatan yang lain tetap, maka disebut Homokedastisitas dan jika pengamatan
tersebut berbeda maka disebut dengan Heterokedastisitas.
Terlihat
pada gambar diatas bahwa titik-titik menyebar secara acak tidak membentuk pola
tertentu, serta tersebar baik diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y. Jadi kesimpulan
pada uji ini adalah tidak ditemukannya heterokedastisitas, sehingga model
regresi ini layak untuk dipakai.
6. Analisis Regresi
Analisis regresi ini digunakan untuk mengetahui
besarnya pengaruh antara variabel independen nilai ekspor dan nilai tukar
rupiah terhadap variabel dependent pertumbuhan daerah rasional bruto (PDRB) di
provinsi Jawa Tengah.
Koefesien determinasi (R2) pada penelitian ini
digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan
variasi variabel terkait. Nilai koefisien determinasi adalah diantara 0 dan 1.
Nilai R2 yang kecil berati kemampuan variabel – variabel independent dalam
menjelaskan variasi veriabel dependent terbatas. Besar nya R2 dapat dilihat
pada tabel berikut.
Berdasarkan
tabel 12 menunjukkan bahwa keeratan hubungan antara variabel adalah kuat, hal
ini dapat diketahui dari nilai R yaitu 0,796 yang berada diantara 0.60 < r
< 0.80. Sedangkan besarnya adjusted R2 0,634. Hal ini berarti 63.4 % variasi
variabel dependent PDRB dapat dijelaskan oleh variasi kedua variabel
independent ekspor dan kurs. Sedangkan sisanya (100% - 63.4% = 36.6%)
dijelaskan oleh variabel lain diluar model.
Pengujian hipotesis secara simultan dilakukan dengan
menggunakan uji statistik F. Pengujian ini dilakukan untuk menunjukkan apakah
semua variabel independent yang terdiri atas nilai ekspor Jawa Tengah dan kurs
rupiah terhadap dollar yang dimasukan dalam model mempunyai pengaruh secara
bersama-sama terhadap variabel dependent (terikat) yaitu PDRB Jawa Tengah.
Hasil pengujian pengaruh variabel independent nilai ekspor Jawa Tengah dan Kurs
rupiah terhadap dollar secara simultan dapat dilihat pada tabel 12.
Berdasarkan
perhitungan dengan uji F pada tabel 13 diperoleh tingkat signifikansi 0,000
< 0,05 berarti terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan antara
variabel nilai ekspor dan kurs terhadap PDRB Jawa Tengah selama tahun
1984-2013. Dan dapat disimpulkan hipotesis
Ho : Diduga Kegiatan Ekspor dan Nilai Tukar Rupiah
terhadap dollar berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Jawa
Tengah periode 1984-2013.
Ha : Diduga Kegiatan Ekspor dan Nilai Tukar Rupiah
terhadap dollar tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di
Jawa Tengah periode 1984-2013.
Jadi hipotesis dapat diterima dan layak untuk
digunakan.
Pengujian hipotesis secara parsial dilakukan dengan
menggunakan uji statistik t melalui SPSS 16.0. Pengujian ini bertujuan untuk
mengetahui apakah nilai ekspor dan nilai tukar rupiah terhadap dollar secara
individual mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap PDRB Jawa Tengah. Hasil
pengujian pengaruh variabel independent ekspor dan nilai tukar rupiah terhadap
PDRB Jawa Tengah dapat dilihat pada tabel 14.
Berdasarkan
tabel diatas dapat dilihat bahwa konstanta mempunyai nilai signifikansi sebesar
0.000 < 0.05. Variabel nilai ekspor secara parsial mempunyai pengaruh yang
signifikan terhadap PDRB di Jawa Tengah, karena nilai signifikansi nya kurang
dari 5%. Dan variabel nilai tukar rupiah juga memiliki pengaruh yang signifikan
terhadap PDRB di Jawa Tengah. Sehingga dapat disimpulkan hipotesis ini dapat
diterima dan layak untuk digunakan.
Berdasarkan
tabel diatas diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai berikut :
KESIMPULAN
1.
Berdasarkan
analisis pengaruh nilai ekspor di Jawa Tengah, diketahui bahwa nilai Ekspor
terjadi peningkatan setiap tahunnya selama periode 1984-2013. Pada tahun 2013
nilai Ekspor di Provinsi Jawa Tengah mencapai nilai tertinggi yaitu sebesar
532.660.000 US $ dan mengalami kenaikan 0,86 % dari tahun sebelumnya.
3.
Berdasarkan
analisis pengaruh nilai tukar mata uang (kurs) rupiah terhadap dollar di
Provinsi Jawa Tengah, diketahui bahwa Nilai tukar mata uang selalu mengalami
kenaikan yang cukup tinggi hingga mencapai Rp12.055,- per 1 US $. Nilai tukar
rupiah pada tahun 2009 sempat mengalami penurunan menjadi Rp 8.991,- per 1 US $
dari tahun sebelumnya yaitu Rp 9.400,- per US $. Namun pada tahun 2010 nilai
tukar rupiah mengalami kenaikan menjadi Rp 9.068,- per 1 US $.
4.
Berdasarkan
analisis perkembangan pertumbuhan perekonomian di Jawa Tengah, diketahui bahwa
pertumbuhan ekonomi yang terjadi pada periode 1984 – 2013 mengalami kenaikan
disetiap tahunnya. Hal ini terjadi karena meningkatnya nilai ekspor. Sehingga
hasil ini sama dengan hasil SPSS yang menyatakan bahwa peningkatan nilai eskpor
akan merubah pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah. Sedangkan peningkatan nilai
tukar mata uang akan membuat perekonomian menurun atau berdampak negatif.
5.
Hasil dari uji
hipotesis dapat disimpulkan bahwa pengaruh espor dan nilai tukar mata uang
terhadap pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah sebagai berikut :
1)
Secara parsial
variabel independent yaitu ekspor berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan
ekonomi di Jawa Tengah. Dan variabel nilai tukar mata uang juga memiliki
pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah.
2)
Secara simultan
atau bersama – sama kedua variabel independent berpengaruh signifikan terhadap
pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa Tengah.
DAFTAR PUSTAKA
Kuncoro, Mudrajat.1997.Ekonomi
Pembangunan Teori, Masalah, dan Kebijakan.Yogyakarta.Unit Penerbit
Percetakan (UPP) AMP YKPN
R.Saravanan.2013. Jurnal.
Factors Affecting the Export Performance of textile industry in
developing countries ISSN: 2319-2828 Vol. 2. No.4.India : IRACST
....International Journal of Commerce, Business and Management (UCBM)
Ruigrok, W. & H. Wagner
(2003), “Internationalization and performance: An organizational learning
perspective”, Management International Review, First Quater, Vol. 43, No. 1,
pp. 63-68
Sukirno, Sadono. 2013. Makroekonomi Teori
Pengantar. Jakarta: PT.Raja Grafindo