PENGARUH
NILAI TUKAR RUPIAH DAN HARGA TERHADAP EKSPOR TEKSTIL DAN PRODUK TEKSTIL (TPT)
DI PROVINSI JAWA TENGAH
Vera Pradani
Ayuningtyas, Karnowahadi, M.Nahar
Jurusan
Administrasi Bisnis, Politeknik Negeri Semarang
ABSTRACT
The research aims at knowing how impact exchange rate and price of exports of TTP in the
province of Central Java to the volume of textile exports of Central Java province.
The data collect used a literature review and processed by using multiple linear regression
analysis with monthly data year 2006- 2013. Results from this research simultaneous
regression test (F Test) showed that the overall free variables studied had a significant
effect on the volume of textile exports in Central Java province. Partial regression test
(t test) showed that H0 is rejected only in the variable price of textile exports in
Central Java (X2), which significantly affects the dependent variable is the volume
of textile exports in Central Java Province. While Ha rejected and H0 accepted contained
in the exchange rate variable (X1) but not significantly affecting the volume of textile
exports in Central Java province
Keywords: Exchange Rate, Price, Exports, Textile,
and Central Java
PENDAHULUAN
Di
era globalisasi saat ini, ternyata masih banyak negara yang belum mampu
memenuhi seluruh kebutuhannya dengan kemampuan sendiri. Dalam kondisi yang
demikian, perdagangan internasional merupakan salah satu aspek penting dalam
meningkatkan pertumbuhan ekonomi khususnya negara berkembang. Perdagangan
internasional dilakukan untuk mendapatkan manfaat spesialisasi produksi. Salah
satu penunjangnya adalah dengan meningkatkan nilai ekspor. Ekspor merupakan
salah satu sumber devisa yang berperan penting dalam meningkatkan pembangunan
ekonomi negara.
Indonesia
memiliki sumber daya berlimpah yang dapat digunakan sebagai komoditi
perdagangan. Sumber daya alam, sumber daya manusia dan letak yang strategis
merupakan faktor penting bagi Indonesia dalam menciptakan keunggulan komperatif.
Jika dikelelola dengan baik, sumber daya yang dimiliki Indonesia dapat meningkatkan
kesejahteraan rakyat. Sumber daya yang dikelola dengan teknologi tinggi
diharapkan dapat menjadi komoditi andalan Indonesia.
Pemberlakuan
kebijakan perdagangan yang tepat terhadap komoditi perdagangan akan menjadikan
komoditi Indonesia tersebut dapat bersaing dengan komoditi dari negara lain.
Kebijakan yang dapat dilakukan diantaranya pemberian insentif terhadap komoditi
ekspor dan pengenaan tarif pada komoditi impor. Komoditi yang efisien dan
kompetitif pada akhirnya berpengaruh terhadap surplus neraca perdagangan
Indonesia. Perkembangan perdagangan luar negeri sangat berpengaruh besar
terhadap perekonomian dan pembangunan negara yang sistem ekonominya terbuka,
seperti Indonesia tentunya juga sangat berpengaruh pada daerah-daerah yang ada di
Indonesia khususnya di kabupaten Jawa Tengah. Dalam hubungan ini gejolak
fluktuasi perekonomian dan perdagangan dunia juga berpengaruh terhadap
stabilitas dan pembangunan nasional di Jawa Tengah.
Provinsi
Jawa Tengah adalah daerah yang memiliki potensi ekspor yang bagus salah satunya
potensi ekspor untuk tekstil dan produk tekstil (TPT) , hal ini didukung oleh
banyaknya kawasan industri yang mulai berkembang dan menghasilkan produk-produk
yang berkualitas.
Untuk
ekspor TPT sendiri data dari Badan Pusat Statistik Jateng, tekstil dan produk tekstil memiliki nilai ekspor yang terbesar yaitu pada tahun
2012 sebesar 1760,45 juta US$ dan tahun 2013 sebesar 1973,97 juta US$ dibandingkan
dengan dua komoditas terbesar lain penyumbang ekspor yaitu kayu dan barang dari
kayu serta bermacam barang hasil pabrik, untuk tekstil dan produk tekstil masih
menduduki peringkat pertama. Oleh karena itu
penulis memilih komoditas tekstil dan produk tekstil (TPT) menjadi objek
penelitiannya.
Biaya produksi yang mengakibatkan fluktuasi harga
tekstil dan produk tekstil Indonesia dipengaruhi juga oleh kurs atau nilai
tukar. Kurs dalam hal ini kurs rupiah terhadap dollar berpengaruh pada industri
di Indonesia karena industri di Indonesia masih mengkonsumsi bahan baku impor.
Selain itu alat pembayaran pada perdagangan internasional yang menggunakan kurs
menyebabkan harga TPT Indonesia menjadi tidak stabil
Oleh
karena itu penulis ingin meneliti bagaimana pengaruh nilai tukar atau kurs dan
harga terhadap nilai ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT) di provinsi Jawa
Tengah dalam skripsi dengan judul
“PENGARUH NILAI TUKAR RUPIAH DAN HARGA TERHADAP EKSPOR TEKSTIL DAN PRODUK TEKSTIL
(TPT) DI PROVINSI JAWA TENGAH
Tujuan yang ingin
dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh nilai tukar
rupiah terhadap ekspor TPT di Jawa Tengah, menganalisis pengaruh harga terhadap
ekspor TPT di Jawa Tengah dan pengaruh nilai tukar rupiah dan harga terhadap
ekspor TPT di provinsi Jawa Tengah.
TINJAUAN
PUSTAKA
Menurut
Barnas (1996 : 25) “Perdagangan internasional diartikan sebagai suatu proses transaksi perdagangan antara penjual
dan pembeli yaitu masing-masing berada di negara yang berlainan.”
Menurut
Sukirno (2011: 397) :
Kurs
valuta asing atau kurs mata uang asing menunjukkan harga atau nilai mata uang
sesuatu negara dinyatakan dalam nilai mata uang negara lain. Kurs valuta asing
dapat juga didefinisikan sebagai jumlah uang domestik yang dibutuhkan, yaitu
banyaknya rupiah yang dibutuhkan untuk memperoleh satu unit mata uang asing.
Menurut
(Kotler 2010) “Harga adalah sejumlah uang yang harus dibayarkan pelanggan untuk
memperoleh produk atau jasa. Termasuk di dalamnya : harga pokok,diskon, syarat
pembayaran, potongan harga dan kredit. “
Dalam Aspek dan Prosedur
Ekspor Impor (Tandjung 2011: 269)
Ekspor adalah
pengeluaran barang dari daerah pabean Indonesia untuk dikirimkan ke luar negeri
dengan mengikuti ketentuan yang berlaku terutama mengenai peraturan kepabeanan
dan dilakukan oleh seorang eksportir atau yang mendapat izin khusus dari Direktorat Jenderal Perdagangan Luar
Negeri Departemen Perdagangan.
METODE PENELITIAN
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis
kuantitatif dengan melakukan pengambilan dan pengamatan data melalui buku-buku
referensi dan internet. Jenis data pada penelitian ini merupakan data runtut
waktu (times series) dan merupakan data sekunder yang bersifat kuantitatif yang
berbentuk angka atau bilangan berupa data bulanan volume ekspor produk tekstil
di Jawa Tengah, Kurs nilai tukar rupiah, dan Harga rata-rata ekspor TPT di Jawa
Tengah. Data bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah dan Dinas
Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Provinsi Jawa Tengah.
Populasi dalam penelitian ini adalah 70 industri
tekstil di provinsi Jawa Tengah dengan skala besar, keseluruhan dari data volume
ekspor produk tekstil di Jawa Tengah, Kurs nilai tukar rupiah dan harga
rata-rata ekspor produk tekstil di Jawa Tengah
Sedangkan sampel dalam penelitian ini berupa data
bulanan volume ekspor TPT di Jawa Tengah, Kurs nilai tukar rupiah dan harga
rata-rata ekspor TPT di Jawa Tengah periode 2006-2013.. Sampel kurs nilai tukar
rupiah yang diteliti tidak didasarkan pada semua nilai mata uang luar negeri
namun berupa perbandingan nilai mata uang Indonesia (Rupiah) dengan US dollar
(US$). Sampel Harga yang diteliti adalah harga rata-rata ekspor TPT di Jawa
Tengah pada periode 2006-2013.
Dalam penelitian ini data sekunder diperoleh dari
Badan Pusat Statistik Jawa Tengah. Uji asumsi klasik digunakan untuk
mendapatkan nilai periksa yang tidak bias dan efisien dari suatu model
persamaan regresi linier berganda. Pengujian asumsi klasik pada penelitian ini
terdiri dari uji multikolonieritas, uji normalitas, uji autokorelasi, uji
linearitas, dan uji heterokedastisitas. Teknik analisis yang digunakan pada
penelitian ini adalah analisis regresi linear berganda. Analisis regresi linier
berganda digunakan untuk mengukur seberapa besar pengaruh dua variabel
bebas yaitu nilai tukar rupiah dan harga
terhadap satu variabel terikat (Volume Ekspor).
Hipotesis penelitian, secara parsial:
Ho1 : Nilai tukar rupiah tidak
berpengaruh terhadap volume ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT) di provinsi Jawa Tengah
Ha1 :
Nilai tukar rupiah berpengaruh terhadap volume ekspor tekstil dan produk
tekstil (TPT) di provinsi Jawa Tengah
Ho2 : Harga tidak berpengaruh terhadap volume
ekspor tekstil dan produk tesktil di provinsi Jawa Tengah
Ha2 : Harga berpengaruh terhadap
volume ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT) di provinsi Jawa Tengah
Sedangkan hipotesis secara simultan:
Ho : Nilai
tukar rupiah dan harga tidak berpengaruh terhadap volume ekspor tekstil dan
produk tekstil (TPT) di provinsi Jawa Tengah
Ha : Nilai
tukar rupiah dan harga berpengaruh terhadap volume ekspor tekstil dan produk
tekstil (TPT) di provinsi Jawa Tengah
HASIL ANALISIS
1. Menurut
Ghozali (2006:95) Uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model
regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen).
Berdasarkan
hasil analisis nilai tolerance semua
variabel independent yaitu kurs dan
harga mempunyai angka lebih besar dari 0.1 dan angka VIF kurang dari 10. Hal
ini menunjukkan bahwa semua variabel independent
dalam penelitian ini tidak memiliki gejala multikolonieritas dengan variabel
lainnya.
2. Uji
autokorelasi bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi linier ada
korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan kesalahan pengganggu
pada periode t-1 (sebelumnya). (Ghozali 2006:100).
Berdasarkan
teori Sunyoto (2011:91), nilai D-W sebesar 1.506 berada diantara -2 dan
+2.Sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi autokorelasi.
3.
Menurut Ghozali
(2006:125) Uji heteroskedasitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi
terjadi ketidaksamaan variabel dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang
lain.
Dari
grafik scatterplot terlihat bahwa
titik-titik menyebar secara acak tidak membentuk pola tertentu, serta tersebar
baik diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y. Sehingga dapat disimpulkan
tidak terjadi heterokedastisitas.
4.
Menurut (Ghozali,
2006:147) Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi
variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal atau tidak.
Dari tabel Kolmogorov-Smirnov didapatkan hasil
signifikansi sebesar 0,538 (lebih dari 0.05), maka dapat disimpulkan bahwa data
yang digunakan berdistribusi normal.
5.
Uji linearitas
digunakan untuk melihat apakah spesifikasi model yang digunakan sudah benar
atau tidak. Apakah fungsi yang digunakan dalam suatu studi empiris sebaiknya
berbentuk linear, kuadrat atau kubik. (Ghozali 2006:152).
Nilai signifikansi pada
tabel deviation from linearity antara
variabel kurs dan volume ekspor yaitu 0,219, lebih dari 0,05 itu menunjukkan
bahwa hubungan antara variabel kurs dan volume ekspor TPT di Jawa Tengah tidak
linear.
Sedangkan pada tabel deviation
from linearity antara harga dan volume ekspor
yaitu 0,023 (kurang dari 0,05) itu menunjukkan bahwa hubungan antara variabel
harga ekspor TPT dan volume ekspor TPT di Jawa Tengah adalah linear.
Teknik analisis yang digunakan pada penelitian ini
adalah analisis regresi linear berganda. Analisis regresi linier berganda
digunakan untuk mengukur seberapa besar pengaruh dua variabel bebas yaitu nilai tukar rupiah dan harga terhadap
satu variabel terikat (Volume Ekspor).
Tabel 1
Perhitungan
Regresi Linier Berganda
Model
|
B
|
T
|
Sig.
|
(Constant)
|
47338.209
|
8312
|
.000
|
Kurs
|
-184
|
-422
|
.674
|
Harga
|
-136.031
|
-4953
|
.000
|
Sig F
|
0.000
|
||
Adj.R2
|
0.192
|
||
Y= 47338.209 –
184Kurs - 136.031Harga
Berdasarkan hasil regresi diketahui bahwa nilai
adjusted R2 sebesar 0.192.
Hal
ini berarti 19.2% variasi variabel independent
volume ekspor TPT dapat dijelaskan oleh variasi kedua variabel independent kurs dan harga. Sedangkan
sisanya (100% - 19.2% = 80.8%) dijelaskan oleh sebab-sebab yang lain diluar
model.
Berdasarkan hasil analisis uji F yang terdapat pada
tabel 1 yaitu tabel perhitungan regresi diketahui bahwa tingkat
signifikansi 0,000 (kurang dari 0,05) berarti terdapat pengaruh yang signifikan
secara simultan antara variabel kurs rupiah terhadap dollar dan harga ekspor
TPT Jawa Tengah terhadap volume ekspor TPT Jawa Tengah selama tahun 2006-2013.
Sedangkan
hasil analisis uji t diperoleh kesimpulan sebagai berikut : Variabel harga
ekspor TPT secara parsial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap volume
ekspor TPT, karena nilai signifikansinya kurang dari 5%.
Sedangkan
variabel kurs rupiah terhadap dollar mempunyai pengaruh tetapi tidak signifikan
terhadap volume ekspor TPT karena nilai signifikansinya sebesar 0.674 (lebih
dari 0.05) , hal ini disebabkan oleh bahan baku TPT yang masih impor sehingga
kurs memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap volume ekspor TPT Jawa
Tengah.
Implikasi Hasil
Penelitian
Berdasarkan hasil
analisis yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa hasil pengujian hipotesis secara simultan dengan
menggunakan uji F menunjukkan bahwa kurs rupiah terhadap dollar (X1) dan harga ekspor TPT Jawa Tengah (X2)
secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap volume ekspor
TPT Jawa Tengah, hal ini berarti bahwa kebijakan tentang kurs dan harga ekspor
akan mempengaruhi volume ekspor TPT di Jawa Tengah.Sedangkan berdasarkan hasil pengujian hipotesis secara
parsial secara individu kurs rupiah terhadap dollar memiliki pengaruh tetapi
tidak signifikan terhadap volume ekspor TPT di Jawa Tengah hal ini disebabkan
karena bahan baku TPT di Indonesia masih impor dari negara lain. Dan dari model
persamaan regresi dapat dilihat bahwa nilai variabel kurs (X1)
adalah negatif, hal ini berarti kenaikan kurs rupiah terhadap dollar akan
menyebabkan volume ekspor TPT menurun sebab harga TPT menjadi mahal bagi pihak
luar negeri.
Harga ekspor TPT (X2) secara individu mempunyai pengaruh yang
signifikan terhadap volume ekspor TPT Jawa Tengah. Dari model persamaan regresi
nilai variabel harga adalah negatif, hal ini menunjukkan setiap kenaikan harga
ekspor TPT maka akan menurunkan volume ekspor TPT Jawa Tengah dan begitu juga
sebaliknya jika harga ekspor TPT mengalami penurunan maka volume ekspor TPT
Jawa Tengah akan meningkat.
Berdasarkan hasil penelitian secara individual atau parsial yaitu antara
kurs rupiah terhadap dollar dan harga ekspor TPT Jawa Tengah menunjukkan bahwa
variabel harga lah yang memiliki pengaruh yang signifikan terhadap volume
ekspor TPT, maka sebaiknya jika pemerintah ingin meningkatkan ekspor TPT
kebijakan yang seharusnya diambil adalah kebijakan yang bisa menekan harga
eskpor sehingga harga ekspor TPT Jawa Tengah bisa bersaing dengan negara lain
yaitu dengan menurunkan tarif ekspor TPT dan selain itu pemerintah harus
membuat kebijakan yang dapat memudahkan impor bahan baku TPT, karena bahan baku
TPT masih berasal dari negara lain atau impor. Kebijakan yang bersifat
mempermudah impor bahan baku TPT akan membuat produksi TPT menjadi lebih banyak
dan bisa meningkatkan ekspor TPT juga memenuhi permintaan dari pasar luar
negeri.
KESIMPULAN DAN SARAN
Dari
penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
1.
Nilai tukar rupiah dan
harga ekspor TPT secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan
terhadap volume ekspor TPT provinsi Jawa Tengah periode 2006-2013, Nilai tukar
rupiah secara individual memiliki pengaruh tetapi tidak signifikan terhadap
volume ekspor TPT provinsi Jawa Tengah periode 2006-2013, Nilai tukar rupiah
memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap volume ekspor TPT di provinsi
Jawa Tengah karena bahan baku TPT di Indonesia sebagian besar masih impor,
sehingga nilai tukar rupiah tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap
volume ekspor TPT di provinsi Jawa Tengah. Berdasarkan hasil analisis regresi
linier berganda diperoleh nilai adjusted
R2 sebesar 19,2%, menunjukkan bahwa nilai tukar rupiah dan harga
ekspor TPT berkontribusi dalam menjelaskan volume ekspor TPT sebesar 19,2% dan
sisanya 80,8% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti.
2.
Harga ekspor TPT secara
individual memiliki pengaruh yang signifikan terhadap volume ekspor TPT di
provinsi Jawa Tengah periode 2006-2013, Model persamaan regresi dari pengaruh
nilai tukar rupiah dan harga terhadap ekspor tekstil dan produk tekstil (TPT)
di Jawa Tengah adalah
Volume Ekspor TPT
= 47338.209 – 184Kurs - 136.031Harga
Saran
Saran
yang dapat diberikan pada penelitian ini adalah berdasarkan hasil penelitian
dengan variabel nilai tukar rupiah dan harga ekspor TPT di Jawa Tengah dengan
hasil bahwa variabel harga yang memiliki pengaruh signifikan terhadap volume
ekspor TPT di Jawa Tengah, maka dari itu sebaiknya jika pemerintah ingin
meningkatkan ekspor komoditas TPT maka kebijakan yang sebaiknya diambil adalah
kebijakan-kebijakan yang dapat menekan harga ekspor TPT di Jawa Tengah menjadi
tidak terlalu mahal dan bisa bersaing dengan negara lain, karena bahan baku TPT
Indonesia sebagian besar masih impor dari negara lain, misalnya adalah
kebijakan dengan memberikan subsidi bagi industri-industri tekstil di Jawa
Tengah dan dengan menurunkan tarif ekspor TPT sehingga para pengusaha TPT dapat
lebih meningkatkan kegiatan ekspornya.
DAFTAR
PUSTAKA
Barnas,
Benny dkk. 1996. Perdagangan Internasional.
Bandung: Pusat Pengembangan
Pendidikan Politeknik
Ghozali,
H. Imam. 2006. Aplikasi Analisis Multivariate
Dengan Program SPSS- Edisi Keempat.
Semarang: Universitas Diponegoro
Kotler, Philip dan Gary Armstrong. 2010. Principles
of Marketing (Edisi 13). United
States of America: Pearson
Sukirno,
Sadono. 2011. Makroekonomi Teori
Pengantar Edisi Ketiga. Jakarta:
PT Raja Grafindo Persada
Sunyoto,
Danang.2011.Analisis Regresi dan
Uji Hipotesis. Yogyakarta: CAPS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar