Jumat, 23 Oktober 2015

ANALISIS PENGARUH ANGKATAN KERJA, UPAH KARYAWAN DOMESTIK, DAN INFRASTRUKTUR TERHADAP PENANAMAN MODAL ASING DI JAWA TENGAH MELALUI BADAN PENANAMAN MODAL DAERAH (BPMD) PROVINSI JATENG (PERIODE 2000-2013)


ANALISIS PENGARUH ANGKATAN KERJA, UPAH KARYAWAN
DOMESTIK, DAN INFRASTRUKTUR TERHADAP PENANAMAN
MODAL ASING DI JAWA TENGAH MELALUI BADAN
PENANAMAN MODAL DAERAH (BPMD)
PROVINSI JATENG (PERIODE 2000-2013)

Faisal Haris Pratama, Sri Marhaeni Salsiyah, Sri Wahyuni
Jurusan Administrasi Bisnis, Politeknik Negeri Semarang

ABSTRACT
This study aims to identify and explain the impact of  labor force, domestic labour wages, and infrastructure to foreign direct investment through BPMD Central Java. Data used in this study is secondary data and the analysis techniques used in this study is the technique of multiple linear regression analysis, F-test for simultaneously testing and t-test for partial testing. Results of data analysis showed simultaneously labor force, domestic labour wages, and infrastructure that had significant effect on foreign direct investment in Central Jawa. F-test results show that the significant value 0.000<0.05 of significance level with a coefficient of determination (Adjusted R2) of 0.777, which means that the variable labor force, domestic labour wages, and infrastructure contribution amounting to 77,7%. The remaining 22,3% was explained by other variables. After the data were analyzed by SPSS 16 the equation of Y = 496926.173 + 0.377X1 + 0.135X2 - 21.5107X3 was founded. Partially, the labor force have positive and not significant impact to foreign direct investment in Central Java, the domestic labour wages have positive and significant impact to foreign direct investment in Central Java, and infrastructure have negative and significant impact to foreign direct investment in Central Java.
Keywords: foreign direct investment, labor force, domestic labour wages, and infrastructure


PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pembangunan ekonomi suatu Negara secara umum berorientasi pada pertumbuhan (growth).Pembangunan ekonomi yang mengalami pertumbuhan yaitu apabila tingkat kegiatan ekonomi masa sekarang lebih tinggi dari pada yang dicapai pada masa sebelumnya dan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia.Berbagai kebijakan telah ditempuh pemerintah guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi seperti promosi untuk menarik investor baik dari dalam negeri maupun luar negeri.Dengan semakin banyaknya investasi yang masuk, memberikan kesempatan yang lebih luas bagi penduduk serta mengurangi tingkat pengangguran terbuka.
Investasi bagi suatu provinsi sangat penting karena dapat memacu pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah sehingga dapat menarik investor dalam negeri maupun luar negeri.Namun, permasalahan yang dihadapi Jawa Tengah adalah investasi dari penanaman modal asing (PMA) masih cukup minim dibanding dengan penanaman modal dalam negeri (PMDN), yang dapat dilihat pada gambar 1.
GAMBAR 1
PERBANDINGAN REALISASI PMA & PMDN DI JAWA TENGAH
TAHUN 2009-2013 ($ US)
Sumber : BPMD Provinsi Jawa Tengah
Dari gambar 1, nilai realisasi PMDN di Jawa Tengah lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi PMA selama 5 tahun berturut-turut. Hal ini berarti bahwa realisasi PMA di Jawa Tengah membutuhkan perhatian dari pemerintah untuk meningkatkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan PMA di Jawa Tengah. Dalam penelitian ini, akan membahas beberapa faktor yang dapat berpengaruh terhadap PMA, diantaranya angkatan kerja, upah karyawan domestik, dan infrastruktur.
Yang dimaksud angkatan kerja menurut Ida Bagus Mantra (2000:225) bahwa, “angkatan kerja terdiri dari penduduk yang bekerja,mempunyai pekerjaan tetap tetapi sementara tidak bekerja dan tidak mempunyai pekerjaan sama sekali tetapi mencari pekerjaan aktif”. Menurut Makmun (2004:12) yaitu : “Ketersediaan tenaga kerja menjadi salah satu pertimbangan bagi investor untuk menanamkan modalnya”.
Faktor upah karyawan domestik juga memiliki pengaruh terhadap PMA yang masuk di Jawa Tengah. Menurut Widyhartono (2003:284-285) : “upah karyawan yang rendah menjadi salah satu faktor pertimbangan Negara investor untuk melakukan investasi ke sebuah Negara, faktor ketertarikan melakukan penanaman modal asing karena biaya tenaga kerja yang murah tersebut sesuai dengan teori siklus produksi”. Oleh karena itulah, pemerintah senantiasa membuat kebijakan yang dapat meningkatkan taraf hidup pekerja dengan tingkat upah yang layak.
Kegiatan perkonomian tidak lepas dari dukungan pemerintah salah satunya adalah dengan menyediakan fasilitas dan infrastruktur bagi para penanam modal. Dengan adanya infrastruktur yang memadai diharapkan dapat berpengaruh positif terhadap penanaman modal di daerah.
Dengan meningkatnya kondisi jalan yang tergolong baik diharapkan dapat meningkatkan daya tarik investor untuk menanamkan modalnya di Jawa Tengah karena dalam kegiatan perekonomian adalah salah satu faktor penting. Menurut Mankiw (2004:57),“pekerja akan lebih produktif jika mereka mempunyai alat-alat untuk bekerja.Peralatan dan infrastruktur yang digunakan untuk menghasilkan barang dan jasa disebut modal fisik”.Hal senada juga dikemukakan Todaro (2000:143) bahwa “tingkat ketersediaan infrastruktur di suatu Negara adalah faktor penting dan menentukaan bagi tingkat kecepatan perluasan pembangunan ekonomi”.

Perumusan Masalah

Permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini adalah :
1.   Bagaimana pengaruh angkatan kerja terhadap PMA (penanaman modal asing) yang masuk di Jawa Tengah?
2.   Bagaimana pengaruh infrastruktur terhadap PMA (penanaman modal asing) yang masuk di Jawa Tengah?
3.   Bagaimana pengaruh upah karyawan domestik terhadap PMA (penanaman modal asing) yang masuk di Jawa Tengah?
4.   Bagaimana pengaruh angkatan kerja, infrastruktur, dan upah karyawan domestik terhadap PMA (penanaman modal asing) yang masuk di Jawa Tengah?

Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitianini adalah sebagai berikut:
1.      Mengetahui pengaruh angkatan kerja terhadap penanaman modal asing di Jawa Tengah.
2.      Mengetahui pengaruh infrastruktur terhadap penanaman modal asing di Jawa Tengah.
3.      Mengetahui pengaruh upah karyawan domestik terhadap penanaman modal asing di Jawa Tengah.
4.      Mengetahui pengaruh angkatan kerja, infrastruktur, dan upah karyawan domestik terhadap penanaman modal asing di Jawa Tengah.





TELAAH PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN TEORITIS, DAN HIPOTESIS

Penanaman Modal Asing

Menurut undang-undang nomor 1 tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing pada pasal 1 menyebutkan bahwa : “Pengertian penanaman modal asing didalam undang-undang ini hanyalah meliputi penanaman modal asing secara langsung yang dilakukan menurut atau berdasarkan ketentuan-ketentuan undang-undang ini dan yang digunakan untuk menjalankan perusahaan di Indonesia dalam arti bahwa pemilik modal secara langsung menanggung resiko dari penanaman modal tersebut”.
Prof.M.Sornarajah(M.Sornarajah, dalam Salim HS dan Budi Sutrisno,2008:149)juga memberikan definisi tentang penanaman modal asing bahwa penanaman modal asing adalah“transfer of tangible or intangible assets from one country to another for the purpose of use in the country to generate wealth under the total or partialcontrol of the owner of the assets”.Artinya penanaman modal asing merupakan transfer modal, baik yang nyata maupun yang tidak nyata dari suatu negara ke negara lain, tujuannya untuk digunakan di negara tersebut agar menghasilkan keuntungan di bawah pengawasan dari pemilik modal, baik secara total atau sebagian.
Hulman Panjaitan dalam Jonker Sihombing (2008:186) menyebutkan bahwa, “Investasi diartikan sebagai kegiatan pemanfaatan dana yang di dalamnya terdapat unsur-unsur asing”. Keberadaan dari unsur asing tersebut dapat dilihat dari berbagai indikator seperti adanya kewarganegaraan yang berbeda, asal muasal modal yang berbeda, maupun indikator-indikator lainnya.

Angkatan Kerja

Di Indonesia yang dimaksud angkatan kerja adalah “penduduk yang  berusia 15 tahun ke atas yang secara aktif melakukan kegiatan ekonomis” (Badan Pusat Statistik 1983). Sedangkan menurut Ida Bagus Mantra (2000:25) bahwa “Angkatan kerja terdiri dari penduduk yang bekerja, mempunyai pekerjaan tetap tetapi sementara tidak bekerja dan tidak mempunyai pekerjaan sama sekali tetapi mencari pekerjaan secara aktif. Mereka yang berumur 15 tahun atau tidak mencari pekerjaan karena sekolah,mengurus rumah tangga, pension, atau secara fisik dan mental tidak memungkinkan untuk bekerja tidak dimasukkan dalam angkatan kerja”.
Menurut Sitompul (2008:7), secara singkat terdapat dua masalah ketenagakerjaan yang mempengaruhi minat investasi yaitu :
1.    Kecenderungan peningkatan upah minimum yang tinggi dan besarnya biaya-biaya non-UMP
2.    Ketidakpastian hubungan industrial antara perusahaan dan tenaga kerja. Kedua masalah ini mengakibatkan biaya yang berkaitan dengan biaya produksi yang menjadi tinggi.

Upah Karyawan Domestik

Upah merupakan uang dan sebagainya yang dibayarkansebagai pembalas jasa atau sebagai pembayar tenaga yang sudahdikeluarkan untuk mengerjakan sesuatu, gaji, imbalan, hasil akibat(dari suatu perbuatan), resiko (Kamus Besar BahasaIndonesia, 2002:1250).Upah adalah hak pekerja/buruh yang diterima dandinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusahaatau pemberi kerja kepada pekerja atau buruh yang ditetapkan dandibayarkan menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan, atauperaturan perundang-undangan, termasuk tunjangan bagi pekerja atau buruh dan keluarganya atas suatu pekerjaan dan atau jasayang telah atau akan dilakukan. (Pasal 1 angka 30 Undang-UndangNomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan)
UMP di Indonesia semakin lama semakin meningkat, sedangkan UMP berhubungan dengan biaya produksi suatu perusahaan. Bila kenaikan biaya produksi tidak diimbangi dengan tingkat produktivitas pekerja maka keuntungan perusahaan akan berkurang dan tingkat investasi juga akan berkurang. Beberapa kasus justru investor berani membayar upah yang tinggi diasumsikan pekerja memiliki kualitas SDM yang baik dan berketerampilan. Selama upah masih berada di titik keseimbangan produksi, maka kenaikan UMP dapat meningkatkan produktivitas para pekerja dan meningkatkan keuntungan investor (Khasanah,2009).

Infrastruktur

Pengertian Infrastruktur, menurut Grigg (2000) adalah “infrastruktur merupakan sistem fisikyang menyediakan transportasi, pengairan, drainase, bangunan gedung dan fasilitas publik lainnya, yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia baik kebutuhan sosial maupun kebutuhan ekonomi”.Pengertian ini merujuk pada infrastruktur sebagai suatu sistem. Dimana infrastruktur dalam sebuah sistem adalah bagian-bagian berupa sarana dan prasarana (jaringan) yang tidak terpisahkan satu sama lain. Infrastruktur sendiri dalam sebuah sistem menopang sistem sosial dan sistem ekonomi sekaligus menjadi penghubung dengan sistem lingkungan.Ketersediaan infrastruktur memberikan dampak terhadap sistem sosial dan sistem ekonomi yang ada di masyarakat.
Dengan infrastruktur yang memadai, efisiensi yang dicapai oleh dunia usaha akan makin besar dan investasi yang didapat semakin meningkat. Todaro (2000: 143) menjelaskan bahwa tingkat ketersediaan infrastruktur di suatu negara adalah faktor penting dan menentukan bagi tingkat kecepatan dan perluasan pembangunan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi yang pesat akan berakibat pada meningkatnya kebutuhan prasarana dan sarana sosial ekonomi. Dan permintaan terhadap pelayanan infrastruktur akan meningkat pesat seiring dengan pertumbuhan ekonomi suatu negara.

Kerangka Pemikiran Teoritis

Kerangka pemikiran teoritis dapat digambarkan sebagaimana Gambar 2.
Gambar 2
               


Angkatan Kerja
Upah Karyawan  domestik
Infrastruktur
Penanaman modal asing
H1
  H2
H3
Y
 


               hh
                                                  
                                      

                                      
Sumber : Sri Suneki 2006, Rolas Te Sillahi 2008, Dadang Firmansyah 2006
Hipotesis penelitian

Berdasarkan kerangka pemikiran teoritis di atas, maka hipotesis penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut :
H1:     Angkatan kerja berpengaruh positifterhadappenanaman modal asing yang masuk di Jawa Tengah.
H2:     Upah karyawan domestik berpengaruh positif terhadap penanaman modal asing yang masuk di Jawa Tengah.
H3:     Infrastruktur berpengaruh positif terhadap penanaman modal asing yang masuk di Jawa Tengah.

METODE PENELITIAN

Alat Analisis Data

Alat analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Regresi Linier Berganda dengan melakukan uji t, uji F, koefisien determinasi, dan uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji heterokedastisitas, uji autokorelasi, dan uji multikolinieritas. Metode analisis ini menggunakan SPSS 16.0.Metode pengumpulan data diperoleh melalui berbagai sumber yaitu studi pustaka dan wawancara.
Jenis Data

Menurut Udiyono (2007), data berdasarkan jenis dan sumbernya, dibagi menjadi data primer dan data sekunder. Penelitian ini menggunakan jenis data sekunder dimana sumber data adalah data statistik yang langsung diperoleh dari BPS (Badan Pusat Statistik) yaitu data mengenai jumlah ketenagakerjaan, infrastruktur, upah karyawan, dan jumlah penanaman modal asing  di Jawa Tengah pada tahun 2000-2013.

HASIL DAN PEMBAHASAN
Uji Asumsi Klasik
Uji Normalitas
Penggunaan statistik parametris mensyaratkan bahwa data setiap variabel yang akan dianalisis harus berdistribusi normal. Oleh karena itu sebelum pengujian hipotesis dilakukan, maka terlebih dahulu akan dilakukan pengujian normalitas data. Pengujian normalitas dengan cara melihat grafik histogram dan grafik P-P Plot of Regression Standardized Residual. Hasil dari pengujian normalitas seperti Gambar 3.

Gambar 3
Grafik Histogram
Sumber : Data sekunder yang diolah dengan SPSS 16.0
Dari gambar 3 dapat disimpulkan bahwa grafik histogram memberikan pola distribusi yang sama, maka model regresi memenuhi asumsi normal. Grafik P-P Plot of Regression Standardized Residual dengan menggunakan SPSS 16.0 dapat dilihat pada gambar 4.
Gambar 4
Grafik P-P Plot OfRegression Standardized Residual
Sumber : Data sekunder yang diolah dengan SPSS 16.0
Dari gambar 4 dapat disimpulkan bahwa titik-titik menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.

Uji Autokorelasi

Salah satu cara untuk mendeteksi autokorelasi adalah dengan uji Durbin-watson. Hasil output pengujian autokorelasi dengan bantuan  SPSS 16.0 dapat dilihat pada tabel 1.


Tabel 1
Pengujian Autokorelasi
Model Summaryb

Model
R
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
Durbin-Watson




1
.910a
.828
.777
15229.64878
1.328


Sumber : Data sekunder diolah dengan SPSS 16.0
Berdasarkan tabel 1, dengan menggunakan tabel DW pada nilai signifikansi 5%, jumlah N=14 dan jumlah variabel independen 3(k=3) maka diperoleh nilai dl sebesar 0,7667 dan du sebesar 2.221 jika dibandingkan dengan nilai hasil tabel yang di masukan dalam kriteria pengambilan keputusan didapatkan nilai 4-du sebesar 3.233. Hal ini menunjukan nilai DW berada diantara nilai 4-du dan 4-dl, sehingga hasil kesimpulan model regresi tidak dapat disimpulkan terjadi autokorelasi atau tidak.

Uji Heterokedastisitas

Dalam penelitian ini, uji heterokedastisitas menggunakan scatterplot. Hasil output pengujian heterokedastisitas dapat dilihat pada gambar 5.



Gambar 5
Pengujian Heterokedastisitas
Sumber : Data sekunder diolah menggunakan SPSS 16.0
Dari gambar 5 diatas terlihat bahwa titik-titik menyebar secara acak tidak membentuk pola tertentu, serta tersebar baik diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y. Sehingga dapat disimpulkan tidak terjadi heterokedastisitas, sehingga model regresi layak untuk dipakai.

Uji Multikolinieritas

Multikorelasi adalah korelasi yang sangat tinggi atau sangat rendah yang terjadi pada hubungan di antara variabel bebas. Multikorelasi dalam penelitian ini dilihat dari nilai VIF (variance-inflating factor).Hasil output pengujian multikolonieritas dengan bantuan SPSS 16.0 dapat dilihat pada tabel 2.




Tabel 2
Pengujian Multikolinieritas
Coefficientsa
Model
t
Sig.
Collinearity Statistics

Tolerance
VIF

1
(Constant)
4.786
.001



ANGKERPMA
1.311
.219
.557
1.797

UMK
5.140
.000
.256
3.899

INFRASTRUKTUR
-4.723
.001
.344
2.909

Sumber : Data sekunder diolah menggunakan SPSS 16.0
Tabel 2 menunjukkan bahwa nilai tolerance semua variabel independent yaitu angkatan kerja, upah karyawan domestik, dan infrastruktur mempunyai angka lebih besar dari 0.1 dan angka VIF kurang dari 10.Hal ini menunjukkan bahwa semua variabel independent dalam penelitian ini tidak memiliki gejala multikolinieritas dengan variabel lainnya sehingga model regresi layak digunakan.


Uji Parsial (Uji t)

Menurut Kuncoro (2001:97), uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas secara individual dalam menerangkan variasi variabel terikat. Hasil uji t dari data sekunder penelitian ini dapat dilihat dengan tabel 3.
Tabel 3
Uji Parsial (Ujit)
Coefficientsa

Model
t
Sig.




1
(Constant)
4.786
.001


ANGKERPMA
1.311
.219


UMK
5.140
.000


INFRASTRUKTUR
-4.723
.001


Sumber : Data sekunder yang diolah dengan SPSS 16.0
Berdasarkan tabel 3 dapat dilihat bahwa upah karyawan domestik secara parsial mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap penanaman modal asing di Jawa Tengah. Sedangkan angkatan kerja secara parsial berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap penanaman modal asing di Jawa Tengah. Namun, infrastruktur secara parsial berpengaruh negatif dansignifikan terhadap penanaman modal asing di Jawa Tengah.

Uji Simultan (Uji F)

Menurut Kuncoro (2001:98), uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat. Tabel 4 disajikan hasil uji simultan (uji F)
Tabel 4
Uji Statistik F
ANOVAb
Model
Sum of Squares
df
Mean Square
F
Sig.
1
Regression
1.120E10
3
3.735E9
16.102
.000a
Residual
2.319E9
10
2.319E8


Total
1.352E10
13



Sumber : Data sekunder yang diolah dengan SPSS 16.0
Berdasarkan perhitungan dengan uji F pada tabel 4 diperoleh hasil dengan tingkat signifikansi 0,000< 0,05 berarti secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel angkatan kerja, upah karyawan domestik, dan infrastruktur terhadap penanaman modal asing yang masuk di Jawa Tengah selama tahun 2000-2013.


Uji Koefisien Determinasi R2

Dalam Kuncoro (2001:100), Koefisien determinasi (R2)pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel terikat. Hasil Uji (R2) dapat dilihat pada tabel 5.
Tabel 5
Hasil Koefisien Determinasi (R2)
Model Summaryb

Model
R
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
Durbin-Watson




1
.910a
.828
.777
15229.64878
1.328


a. Predictors: (Constant), INFRASTRUKTUR, ANGKERPMA, UMK


b. Dependent Variable: PMA















Berdasarkan tabel 5 dapat dilihat bahwa besarnya Adjusted R2 adalah 0.777. Hal ini berarti 77,7% variasi variabel dependent penanaman modal asing dapat dijelaskan oleh variasi ketiga variabel independent yaitu angkatan kerja, upah karyawan domestik, dan infrastruktur. Sedangkan sisanya (100%-77,7% = 22,3%) dijelaskan oleh sebab-sebab yang lain diluar model.



Analisis Regresi Berganda
Analisis ini digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh antara  variabel independent angkatan kerja, upah karyawan domestic, dan infrastruktur terhadap variabel dependent penanaman modal asing provinsi Jawa Tengah. Hasil regresi berganda dapat dilihat pada tabel 6.

Tabel 6
Hasil Regresi Berganda
Model
B
T
Sig
(Constant)
496926.173
4.786
.001
Angkatan Kerja
.377
1.311
.219
Upah Karyawan
.135
5.140
.000
Infrastruktur
-21.510
-4.723
.001


Rumus Persamaan Regresi

Persamaan regresi dalam penelitian ini dapat dilihat dari Rumus 1 sebagai berikut:
Rumus 1
Persamaan Regresi
Y = 496926.173 + 0.377X1 + 0.135X2 -21.5107X3
Keterangan:
Y  = penanaman modal asing
X1= angkatan kerja
X2= upah karyawan domestik
X3= infrastruktur
e  = standart eror


1.      Pengaruh Angkatan Kerja Terhadap PMA

Angkatan kerja secara individu memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap penanaman modal asing yang masuk di Jawa Tengah yang ditunjukkan dengan melihat nilai signifikansi 0,858>0,05. Menurut teori dan penelitian terdahulu, jumlah angkatan kerja yang tinggi diikuti dengan naiknya jumlah investasi asing langsung yang masuk ke dalam perekonomian negara tersebut.Pada hasil olah data penelitian ini, angkatan kerja memiliki pengaruh positif yang berarti bahwa jumlah angkatan kerja tinggi, maka investasi asing meningkat.Dengan demikian hipotesis yang menyatakan “angkatan kerja berpengaruh positif terhadap penanaman modal asing yang masuk di Jawa Tengah” diterima. Namun, jika melihat nilai signifikansi dari angkatan kerja yaitu lebih besar daripada 0,05 artinya bahwa angkatan kerja tidak signifikan berpengaruh terhadap penanaman modal asing di Jawa Tengah, hal ini bisa saja terjadi karena jumlah angkatan kerja yang ada tidak semuanya memenuhi kriteria yang dicari oleh para investor/perusahaan asing atau belum sesuai dengan keinginan para investor/perusahaan asing.
2.      Pengaruh Upah Karyawan Domestik Terhadap PMA

Pada hasil olah data penelitian ini, upah karyawan domestik secara individu mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap penanaman modal asing di Jawa Tengah yang ditunjukkan dengan melihat tingkat signifikansi sebesar 0,000<0,05. Dengan demikian hipotesis yang menyatakan “upah karyawan domestik berpengaruh positif terhadap penanaman modal asing yang masuk di provinsi Jawa Tengah” diterima.
Hasil dari penelitian ini berbeda dengan teori atau penelitian terdahulu yang umum dijumpai bahwa upah memiliki pengaruh yang negatif terhadap investasi.Namun, sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Rolas Te Silalahi (2008), bahwa para investor asing bersedia membayar upah di atas equilibrium karena di Indonesia memiliki turnover labour yang rendah.Artinya, para pekerja cenderung tetap atau tidak sering berpindah-pindah dari satu perusahaan ke perusahaan lainnya.



3.      Pengaruh Infrastruktur Terhadap PMA

Secara teori, infrastruktur memiliki korelasi yang positif dengan minat berinvestasi. Namun, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa infrastruktur secara individu memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap penanaman modal asing yang masuk di Jawa Tengah yang ditunjukkan dengan melihat nilai signifikansi 0,001<0,05. Berpengaruhnya infrastruktur terhadap penanaman modal asing ini disebabkan karena para investor asing dalam kegiatan pendistribusian barang produksi tidak begitu melihat faktor kondisi jalan atau bahkan lebih memilih menggunakan transportasi udara atau laut yang lebih aman dan cepat.Selain itu, dengan adanya pembangunan dan perbaikan jalan maka diikuti dengan biaya pajak yang bertambah pula sehingga para investor menghindari pengeluaran-pengeluaran yang tidak terduga. Dalam hal lain, para investor melihat lingkungan di sekitar perusahaan yang kegiatan pendistribusian barangnya dekat dengan konsumen (terjangkau). Dengan demikian hipotesis yang menyatakan “infrastruktur berpengaruh positif terhadap penanaman modal asing yang masuk di Jawa Tengah” ditolak.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, maka dapat disimpulkan bahwa secara simultan atau bersama-sama variabel angkatan kerja, upah karyawan domestik, dan infrastruktur berpengaruh signifikan terhadap penanaman modal asing di Jawa Tengah. Secara parsial, variabel angkatan kerja berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap penanaman modal asing, upah karyawan domestik berpengaruh positif dan signifikan terhadap penanaman modal asing.Sedangkan, secara parsial variabel infrastruktur berpengaruh negatif dan signifikan terhadap penanaman modal asing yang masuk di Jawa tengah periode tahun 2000-2013.

DAFTAR PUSTAKA

--------------------------.2010.Jawa Tengah Dalam Angka 2010. Semarang:Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah.
--------------------------.2013.Jawa Tengah Dalam Angka 2013. Semarang:Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah.
--------------------------.2014.Jawa Tengah Dalam Angka 2014. Semarang:Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah.
Grigg, Neil, & Fontane G. Darrel. 2000. Infrastructure System Management &        Optimization. Internasional Seminar “Paradigm & Strategy of Infrastructure       Management”. Semarang: Universitas Diponegoro
Kodoatie, R.J dan Sjarief Roestam. 2003. Pengantar Manajemen Infrastruktur. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Kuncoro, Mudrajad. 2001. Metode Kuantitatif Teori dan Aplikasi Untuk Bisnis dan Ekonomi. Yogyakarta: Unit Penerbit dan Percetakan AMP YKPN
Mankiw, N. Gregory. 2001. Pengantar Ekonomi. Jakarta: Erlangga
Mantra, Ida Bagus. 2000. Demografi Umum. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Salim, Budi Sutrisno. 2008. Hukum Investasi di Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers.
Sarjono, Haryadi dan Wanda Julianita. 2011. SPSS vs Lisrel Sebuah Pengantar, Aplikasi Untuk Riset. Jakarta: Salemba empat
Sihombing, Jonker. 2008. Investasi Asing melalui Surat Utang Negara di Pasar Modal. Bandung: PT.Alumni
Todaro, M.P. 2000. Pembangunan Ekonomi di Dunia Ketiga. Jakarta: Erlangga
Udiyono. 2007. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian. Jakarta: Salemba Medika

Tidak ada komentar:

Posting Komentar