PENGARUH
KUALITAS PELAYANAN FREIGHT FORWARDING TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN DI PT ARINDO
JAYA MANDIRI SEMARANG
Devi
Kumalasari, Rif’ah Dwi Astuti, Jozef Bambang Tri Joga
Jurusan Administrasi
Bisnis, Politeknik Negeri Semarang
ABSTRCAT
This study aims to identify and explain the Impact of Customer’s Satisfaction Toward Service Quality at PT Arindo Jaya Mandiri Semarang with the population of 32 companies. Data used in this study is primary and the technique to collect data through questionnaire (questionnaire) with numeric scale measurement. To determine the impact of service quality on Customer’s Satisfaction can be partially seen from (T) test calculations and can be simultaneous seen from (F) test calculations. While determination () can be used to determine the direct effect of the variable of service upon customer’s satisfaction. After the data were analyzed by SPSS 17 the equation of Y = -3,149 + 0,200 X1 + 0,393 X2 + 0,261 X3 + 0,269 X4 + 0,215 X5 was founded.
Further more the coefficient of determination () of 0.770 which means that the impact of service quality on customer’s satisfaction was 77% and the restis were determined by factors other than those being used in result of the study. Based on the data processing is done can be viewed and obtained significant value 0.000<0.05 of significance level. Based on the results of research conducted by the 32 respondents, it can be seen that the respondents expressed freight forwarding services is already well. It can be concluded that the hypothesis is accepted, meaning that there is effect of service quality on customers’ satisfaction.
Keyword:
Customers
Satisfaction, Service Quality, t test, f test, research
PENDAHULUAN
Seiring dengan perkembangan zaman,
pertumbuhan ekonomi juga mengalami kemajuan yang pesat. Hal ini secara tidak
langsung mendorong pembangunan dan pengembangan masyarakat Indonesia secara
menyeluruh. Oleh karena itu, sebagai tolok ukur kemajuan suatu negara adalah
kemajuan sektor ekonominya yang didasarkan atas bagaimana perkembangan bisnis
dalam negara tersebut dimana perusahaan-perusahaan bergerak dalam berbagai
bidang usaha. Apabila membicarakan tentang perekonomian, maka tidak akan
terlepas dari perdagangan. Dimana saat ini perdagangan merupakan kegiatan yang
penting, baik perdagangan dalam negeri maupun perdagangan luar negeri. Di era
globalisasi ini, perdagangan semakin berkembang, hal ini dikarenakan semakin
meningkatnya kebutuhan manusia akan suatu barang. Selain itu, faktor lain yang
mendukung berkembangnya perdagangan adalah perkembangan ilmu dan teknologi.
Ekspor dan Impor merupakan kegiatan yang mendukung terlaksananya perdagangan
antar negara. Pengertian dari ekspor sendiri adalah Proses pengangkutan barang
dari satu negara ke negara lain. Lawan dari kegiatan ekspor adalah impor. Impor
adalah proses transportasi atau komoditas dari suatu negara ke negara lain
secara legal, umumnya pada proses perdagangan. Bisnis Forwarding adalah salah
satu bisnis yang menyediakan layanan untuk Ekspor dan Impor barang. Dalam PER
178/PJ/2006 yang kemudian dicabut dengan terbitnya PER 70/PJ/2007 yaitu mengacu
pada Keputusan Menteri Perhubungan No.KM/10 Tahun 1988 tentang Jasa Pengurusan
Transportasi. Berdasarkan SK Menhub tersebut, yang dimaksud dengan Jasa Freight
Forwarding adalah sebagai berikut : “Usaha yang ditujukan untuk mewakili
kepentingan pemilik barang, untuk mengurus semua kegiatan yang diperlukan bagi
terlaksananya pengiriman dan penerimaan barang melalui transportasi darat, laut
dan udara yang dapat mencakup kegiatan penerimaan, penyimpanan, sortasi,
pengepakan, penandaan pengukuran, penimbangan, pengurusan penyelesaian dokumen,
penerbitan dokumen angkutan, klaim asuransi, atas pengiriman barang serta
penyelesaian tagihan dan biaya-biaya lainnya berkenaan dengan pengiriman
barang-barang tersebut sampai dengan diterimanya barang oleh yang berhak
menerimanya”. Karena semakin berkembangnya kegiatan ekspor dan impor dalam
suatu negara, tentu akan mempengaruhi pula berkembangnya bisnis freight
forwarding. Sekarang ini, banyak perusahaan forwarding baru bermunculan dan membuat masyarakat memiliki banyak
pilihan untuk menentukan perusahaan mana yang memiliki service lebih baik dan memuaskan. Hal inilah yang menuntut para
pebisnis untuk tetap bertahan dan terus memberikan service yang baik kepada pelanggan. Kepuasan dan keluhan pelanggan
sangatlah penting untuk diperhatikan karena akan berpengaruh pada perusahaan
ataupun pendapat perusahaan. Faktor utama penentu kepuasan pelanggan adalah
persepsi pelanggan terhadap kualitas jasa (Zeithamal dan bitner, 1996) dalam
Lupiyoadi (2008: 254). Kunci utama dalam mengelola mutu jasa yang baik adalah
dengan adanya kemudahan dalam mengakses dan berkomunikasi, dapat
mendeferensiasikan dirinya dengan menghantarkan kualitas yang lebih tinggi
secara konsisten dibandingkan pesaingnya, dapat mengidentifikai apa yang
diharapkan pelanggan, dan juga kompetensi karyawan yang dapat diandalkan
(Lupiyoadi, 2008: 255)
Pendekatan
SERVQUAL (Service Quality) adalah
pendekatan yang dipergunakan untuk mengukur tingkat kepuasan pelanggan. Menurut
Parasuraman et al dikutip dalam Ratnasari dan Aksa (2011: 107-108) terdapat
lima dimensi kualitas layanan yaitu reliability
(keandalan), responsiveness (daya
tanggap), assurance (jaminan), emphaty (empati), dan tangibles (kasat mata). Pelanggan
membandingkan jasa yang diharapkan dengan jasa yang diterimanya, apakah
pelanggan merasa puas atau tidak terhadap pelayanan yang diberikan oleh
perusahaan. Dengan menggunakan kelima dimensi di dalam SERVQUAL tersebut,
diharapkan perusahaan dapat mengetahui apakah pelayanan yang diberikan
perusahaan kepada pelanggan sudah memuaskan atau belum memuaskan. Ketepatan jadwal, pengetahuan karyawan,
respon yang baik, jaminan, perhatian, lingkungan perusahaan merupakan beberapa
alasan utama pelanggan menggunakan kembali jasa PT Arindo Jaya Mandiri
Semarang. Oleh karena itu variabel-variabel diatas merupakan variabel yang
mempengaruhi kepuasan pelanggan yang nantinya akan dijabarkan dalam dimensi
SERVQUAL yang meliputi kehandalan, daya tanggap, jaminan, empati, bukti fisik.
Berdasarkan latar belakang tersebut,
peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “PENGARUH KUALITAS
PELAYANAN FREIGHT
FORWARDING TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN DI PT ARINDO JAYA MANDIRI SEMARANG”
TINJAUAN
PUSTAKA
Pada umumnya produk dapat diklasifikasikan
dengan berbagai cara. Salah satu cara yang banyak digunakan adalah klasifikasi
berdasarkan daya tahan atau berwujud tidaknya suatu produk. Berdasarkan hal
tersebut sulit untuk membedakan antara barang dan jasa. Hal ini dikarenakan
setiap pembelian suatu barang pasti disertai jasa-jasa tertentu begitu pula
sebaliknya. Wahjono (2010: 11) mendefinisikan jasa bahwa: “Seluruh aktivitas
ekonomi dengan output selain produk dalam pengertian fisik, dikonsumsi dan
diproduksi pada saat bersamaan, memberikan nilai tambah dan secara prinsip
tidak berwujud bagi pembeli pertamanya”.
Kualitas
pelayanan jasa
Menurut Riyadi
(2012: 54), “kualitas jasa berpusat pada upaya pemenuhan kebutuhan dan
keinginan pelanggan serta ketepatan penyampaiannya untuk mengimbangi harapan
pelanggan. Selanjutnya, menurut Parasuraman et al dikutip dalam Ratnasari dan
Aksa (2011: 107-108) ada lima dimensi yang digunakan untuk mengukur kualitas
pelayanan jasa, yaitu :
1.
Tangible (bukti fisik), yaitu hal-hal yang nyata secara fisik.
2.
Reliability (keandalan), yaitu kemampuan untuk melakukan pelayanan sesuai dengan
yang dijanjikan, segera, akurat, dan memuaskan.
3.
Responsiveness (daya tanggap), yaitu kemampuan untuk menolong pelanggan dan
ketersediaan untuk melayani pelanggan dengan baik.
4.
Assurance (jaminan), yaitu sifat yang dapat dipercaya sehingga pelanggan merasa
aman dan terbebas dari risiko.
5. Emphaty (empati), yaitu rasa peduli untuk
memberikan perhatian secara individual kepada pelanggan, serta kemudahan untuk
dihubungi.
Kepuasan
pelanggan
Menurut Kotler dalam Kristianto (2011: 30)
“Kepuasan konsumen adalah perasaan senang atau kecewa seseorang yang muncul
setelah membandingkan antara persepsi atau kesannya terhadap kinerja (hasil)
suatu produk dan harapan-harapannya”. Jika kinerja yang dirasakan oleh konsumen
lebih rendah daripada harapan maka konsumen merasa tidak puas. Sebaliknya, jika
kinerja yang dirasakan konsumen lebih tinggi daripada harapan maka konsumen
merasa puas.
Freight forwarding
Menurut SDM Logistik (2008) dikutip dalam
(Baharudin, 2012), yang dimaksud dengan jasa pengurusan transportasi (freight
forwarding) adalah usaha yang ditujukan untuk mewakili kepentingan pemilik
barang untuk mengurus semua kegiatan yang diperlukan bagi terlaksananya
pengiriman atau penerimaan barang melalui transportasi darat, laut dan udara
yang dapat mencakup penerimaan, penyimpanan, sortasi, pengepakan, penandaan,
pengukuran, penimbangan, pengurusan penyelesaian dokumen, penerbitan dokumen
angkutan, perhitungan biaya, angkutan klaim, asuransi atas pengiriman barang
serta penyelesaian tagihan dan biaya-biaya lainnya berkenaan pengiriman
barang-barang tersebut sampai dengan diterimanya barang oleh yang berhak menerimanya.
Gambar 1
Kerangka
pemikiran
![]() |
|||||
![]() |
|||||
![]() |
|||||
sumber : (Supranto,
2006), (Fransisca, 2010), Indri dan Nurcaya, 2013), (Baharudin, 2012),
(Nurazizah, 2013), (Dibyantoro dan nani, 2012) dikembangkan untuk penelitian
ini.
Hipotesis
Ha1
:Ada pengaruh yang signifikan antara Reliability
terhadap kepuasan pelanggan.
Ha2
:Ada pengaruh yang signifikan antara Responsiveness terhadap kepuasan pelanggan.
Ha3
:Ada pengaruh yang signifikan antara Tangible
terhadap kepuasan pelanggan.
Ha4
:Ada pengaruh yang signifikan antara Assurance
terhadap kepuasan pelanggan.
Ha5
:Ada pengaruh yang signifikan antara Emphaty
terhadap kepuasan pelanggan.
METODE
PENELITIAN
Populasi
Populasi adalah seluruh kumpulan elemen (orang,
kejadian, produk) yang dapat digunakan untuk membuat beberapa kesimpulan kesimpulan
(Wijaya, 2013: 27). Dalam penelitian yang dilakukan pada PT Arindo Jaya
Mandiri, populasi dalam penelitian ini adalah
pelanggan tetap PT Arindo Jaya Mandiri sebanyak 32 responden yang diperoleh
dengan menggunakan teknik sampling sensus.
Metode analisis
Metode
analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linear berganda,
uji F, uji t, uji asumsi klasik serta koefisien
determinasi.
HASIL PEMBAHASAN
Berdasarkan perhitungan regresi berganda antara kehandalan(
), daya tanggap (
), bukti fisik (
), jaminan (
), perhatian (
) terhadap kepuasan pelanggan (Y).
dapat diperoleh hasil sebagai berikut:

Dengan
rumus Y = -3,149 + 0,200 X1 + 0,393 X2 + 0,261 X3 +
0,269 X4 + 0,215 X5
Persamaan
regesi tersebut memiliki makna sebagai berikut:
1.
Koefisien
X1 : 0.200
Merupakan
nilai koefisien dari variabel Kehandalan (reliability) terhadap variabel
kepuasan pelanggan. Artinya jika Kehandalan ( X1 ) mengalami
kenaikan setiap satu satuan maka akan meningkatkan kepuasan pelanggan sebesar
0,200 atau 20%
2.
Koefisien
X2 : 0.393
Merupakan
nilai koefisien dari variabel Daya tanggap (responsiveness) terhadap
variabel kepuasan pelanggan. Artinya jika Daya tanggap (X2)
mengalami kenaikan setiap satu satuan maka akan meningkatkan kepuasan pelanggan
sebesar 0,393 atau 39,3%
3.
Koefisien
: 0,261
Merupakan
nilai koefisien dari variabel Bukti fisik (tangible) terhadap variabel
kepuasan pelanggan. Artinya jika Bukti fisik (
) mengalami kenaikan setiap satu satuan maka akan meningkatkan
kepuasan pelanggan sebesar 0,261 atau 26,1%
4.
Koefisien
: 0,269
Merupakan
nilai koefisien dari variabel Jaminan (Assurance) terhadap variabel
kepuasan pelanggan. Artinya jika Bukti fisik (
) mengalami kenaikan setiap satu satuan maka akan meningkatkan
kepuasan pelanggan sebesar 0,269 atau 26,9%
5.
Koefisien
: 0,215
Merupakan
nilai koefisien dari variabel Empati (Emphaty) terhadap variabel
kepuasan pelanggan. Artinya jika Bukti fisik (
) mengalami kenaikan setiap satu satuan maka akan meningkatkan
kepuasan pelanggan sebesar 0,215 atau 21,5% .
Hasil pengujian hipotesis Uji t
Uji
terhadap nilai statistik t merupakan uji signifikansi parameter individual.
Nilai statistik t menunjukkan seberapa jauh pengaruh variabel independen
terhadap variabel dependennya (Purwanto dan Sulistyastuti, 2007: 193).

1)
Uji hipotesis pengaruh
Kehandalan terhadap Kepuasan pelanggan
Hipotesis:
Ho1 : Tidak ada pengaruh signifikan
antara variabel Kehandalan terhadap kepuasan pelanggan.
Ha1 : Ada pengaruh signifikan
antara variabel Kehandalan terhadap kepuasan pelanggan.
Dari hasil penghitungan didapat nilai t hitung
sebesar 2,209 Apabila dilihat pada tabel t dengan a = 5% di dapat t tabel
sebesar 2,04 Ini berarti bahwa t hitung > t tabel (2,209 > 2,04) dan
nilai signifikansi 0,036 dengan
demikian Ho1 ditolak
sedangkan Ha1 diterima. Artinya dari hasil
penelitian diyakini bahwa
95% ada pengaruh signifikan dari
variabel Kehandalan terhadap kepuasan pelanggan.
2)
Uji hipotesis pengaruh
Daya tanggap terhadap Kepuasan pelanggan
Hipotesis:
Ho2 : Tidak ada pengaruh signifikan
antara variabel Daya tanggap
terhadap kepuasan pelanggan.
Ha2 : Ada pengaruh signifikan antara variabel Daya tanggap terhadap kepuasan
pelanggan.
Dari hasil penghitungan
didapat nilai t hitung sebesar 2,820 Apabila dilihat pada tabel t dengan a = 5% di dapat t tabel sebesar 2,04 Ini berarti bahwa t
hitung > t tabel (2,820 > 2,04) dan nilai signifikansi 0,009 dengan demikian
Ho2 ditolak
sedangkan Ha2 diterima. Artinya dari hasil
penelitian diyakini bahwa
95% ada pengaruh signifikan dari variabel
Daya tanggap terhadap kepuasan pelanggan.
3)
Uji hipotesis pengaruh
Bukti fisik terhadap Kepuasan pelanggan
Hipotesis:
Ho3 : Tidak ada pengaruh signifikan
antara variabel Bukti fisik terhadap kepuasan pelanggan.
Ha3 : Ada pengaruh signifikan antara variabel Bukti fisik terhadap kepuasan
pelanggan.
Dari hasil penghitungan
didapat nilai t hitung sebesar 2,299 Apabila dilihat pada tabel t dengan a = 5% di dapat t tabel sebesar 2,04 Ini berarti bahwa t hitung > t tabel (2,299 > 2,04) dan nilai
signifikansi 0,030 dengan demikian
Ho3 ditolak
sedangkan Ha3 diterima. Artinya dari hasil
penelitian diyakini bahwa
95% ada pengaruh signifikan dari variabel
Kehandalan terhadap kepuasan pelanggan.
4)
Uji hipotesis pengaruh
Jaminan terhadap Kepuasan pelanggan
Hipotesis:
Ho4 : Tidak ada pengaruh signifikan
antara variabel Jaminan terhadap kepuasan pelanggan
Ha4 : Ada pengaruh signifikan antara variabel Jaminan terhadap kepuasan
pelanggan
Dari hasil penghitungan
didapat nilai t hitung sebesar 2,523 Apabila dilihat pada tabel t dengan a = 5% di dapat t tabel sebesar 2,04 Ini berarti bahwa t hitung > t tabel (2,523 > 2,04) dan nilai
signifikansi 0,018 dengan demikian
Ho4 ditolak
sedangkan Ha4 diterima. Artinya dari hasil
penelitian diyakini bahwa
95% ada pengaruh signifikan dari variabel
Jaminan terhadap kepuasan pelanggan.
5)
Uji hipotesis pengaruh
Empati terhadap Kepuasan pelanggan
Hipotesis:
Ho5 : Tidak ada pengaruh signifikan
antara variabel Empati terhadap kepuasan pelanggan
Ha5 : Ada pengaruh signifikan antara variabel Empati terhadap kepuasan
pelanggan
Dari hasil penghitungan
didapat nilai t hitung sebesar 2,183 Apabila dilihat pada tabel t dengan a = 5% di dapat t tabel sebesar 2,04 Ini berarti bahwa t hitung > t tabel (2,183 > 2,04) dan nilai
signifikansi 0,038 dengan demikian
Ho5 ditolak
sedangkan Ha5 diterima. Artinya dari hasil
penelitian diyakini bahwa
95% ada pengaruh signifikan dari variabel
Kehandalan terhadap kepuasan pelanggan.
Hasil uji simultan (uji F)
Menurut
Kuncoro (2007: 82) “Uji Statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua
variabel bebas yang di masukkan dalam model/persamaan regresi yang mempunyai
pengaruh bersama-sama terhadap variabel terikat”.

Pada
tabel Anova diperoleh nilai F hitung = 21,769 sedangkan F
tabel pada tingkat signifikansi 5 % dan df=n-k-1
(32-5-1=26) sebesar 2,59 yang artinya F hitung > F tabel maka Ho1, Ho2, Ho3,
Ho4, Ho5 ditolak dan Ha1, Ha2, Ha3, Ha4, Ha5 diterima. T tingkat signifikansi
dari tabel diatas adalah 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. ini berarti variabel independen Kehandalan, Daya
tanggap, Bukti fisik, Jaminan, Empati secara simultan benar-benar berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen kepuasan
pelanggan. Dengan kata lain variabel-variabel independen Kehandalan, Daya
tanggap, Bukti fisik, Jaminan, Empati mampu
menjelaskan besarnya variabel dependen kepusan pelanggan.
Koefisien
Determinasi
Menurut
Purwanto dan Sulistyastuti (2007:195) Koefisien Determinasi (
)
adalah mengukur besarnya presentase pengaruh semua variabel independen dalam
model regresi terhadap variabel dependennya. Apabila nilai koefisien
determinasi bernilai kecil, maka semakin kecil pula nilai pengaruh variabel
dependen terhadap independennya.
|
Model
Summary
|
||||
|
Model
|
R
|
R
Square
|
Adjusted
R Square
|
Std.
Error of the Estimate
|
|
1
|
.898a
|
.807
|
.770
|
1.03652
|
|
a.
Predictors: (Constant), Emphaty, Reliability, responsiveness, Tangible,
Assurance
|
||||
Tabel 5
Hasil uji koefisien determinasi
Sumber: Hasil dat SPSS, 2015
Pada tabel di atas diperoleh nilai Adjusted R2 = 0,770 = 77 % ini berarti variabel
bebas Kehandalan,
Daya tanggap, Bukti fisik, Jaminan, Empati secara bersama-sama mempengaruhi variabel dependen kepuasan pelanggan sebesar 77% dan
sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak masuk dalam penelitian ini.
Kesimpulan
Berdasarkan
pembahasan yang telah dilakukan pada bab sebelumnya, maka dapat diambil
kesimpulan mengenai pelayanan jasa freight forwarding yang diberikan PT Arindo
Jaya Mandiri Semarang kepada pelanggan berdasarkan lima dimensi kualitas
pelayanan yaitu:
1. Dari hasil uji analisis, dapat diketahui
bahwa secara parsial ada pengaruh secara signifikan antara Kehandalan (reliability)
terhadap kepuasan pelanggan.
2. Dari hasil uji analisis, dapat diketahui
bahwa secara parsial ada pengaruh secara signifikan antara Daya tanggap (responsiveness)
terhadap kepuasan pelanggan.
3. Dari hasil uji analisis, dapat diketahui
bahwa secara parsial ada pengaruh secara signifikan antara Bukti fisik
(tangible) terhadap kepuasan pelanggan.
4. Dari hasil uji analisis, dapat diketahui
bahwa secara parsial ada pengaruh secara signifikan antara Jaminan (Assurance)
terhadap kepuasan pelanggan.
5. Dari hasil uji analisis, dapat diketahui
bahwa secara parsial ada pengaruh secara signifikan antara empati (Emphaty)
terhadap kepuasan pelanggan.
6. Dari hasil uji analisis, secara
keseluruhan kelima dimensi variabel memiliki angka indeks yang tinggi, akan
tetapi daya tanggap memiliki angka indeks yang paling tinggi yaitu sebesar
74,4% yang artinya, pelanggan sudah merasa puas dengan pelayanan yang diberikan
perusahaan seperti kemampuan cepat tanggap karyawan dalam menanggapi permintaan
pelanggan, kemampuan dalam mengatasi keluhan dan kemampuan dalam menghadapi
keluhan pelanggan.
DAFTAR PUSTAKA
Baharudin,
2012. Skripsi. Pengaruh Keandalan
jaminan dan Daya tanggap terhadap kepuasan pelanggan
dalam penggunaan jasa PT. APEX Semarang: Universitas Diponegoro
Kuncoro,
Mudrajad. 2007. Metode Kuantitatif Teori
dan Aplikasi Untuk Bisnis dan Ekonomi. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
Lupiyoadi,
Rambat dan A Hamdani. 2008. Manajemen
Pemasaran Jasa Edisi 2. Jakarta: Salemba
Empat
Purwanto, Erwan Agus dan Dyah Ratih Sulistyastuti . 2007.
Metode Penelitian Kuantitatif Untuk Administrasi
Publik dan Masalah-Masalah Sosial. Yogyakarta. Gava Media.
Ratnasari,
Ririn Tri dan Mastuti H. Aksa. 2011. Teori
dan kasus Manajemen Pemasaran Jasa. Bogor: Ghalia Indonesia
Riyadi,
2012. Pemasaran Jasa. Semarang: MediaAN Polines.
Supranto.
2006. Pengukuran tingkat kepuasan pelanggan: Untuk menaikkan pangsa pasar.
Jakarta: Rineka Cipta
Wahjono, Sentot Imam. 2010. Manajemen Pemasaran Bank. Yogyakarta: Graha Ilmu. Kristianto,
Paulus Lilik. 2011. PSIKOLOGI PEMASARAN Integrasi Ilmu Psikologi dalam Kegiatan Pemasaran. Yogyakarta: Caps
Wijaya, Tony. 2013.Metodologi Penelitian Ekonomi dan bisnis: Yogyakarta: Graha Ilmu



Tidak ada komentar:
Posting Komentar