Jumat, 23 Oktober 2015

ANALISIS PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD), INVESTASI, DAN ANGKATAN KERJA TERHADAP PDRB PROVINSI JAWA TENGAH (PERIODE 1984-2013)


ANALISIS PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD), INVESTASI, DAN ANGKATAN KERJA TERHADAP PDRB PROVINSI JAWA TENGAH (PERIODE 1984-2013)

Rio Dwi Putranto, Putut Haribowo, Nur Rini
Jurusan Administrasi Bisnis, Politeknik Negeri Semarang

ABSTRACT
GDRP (Gross Domestic Regional Product) is the total value added generated by all bussines units of local region or the entire amount of the value of final goods and services at one period. GDRP can describe the economic growth of a local region. The high level of economic growth showed that the local area were progresife at the economic conditions.This research analyzed the impact of locally generated revenue, investment, and labor force to GDRP (Gross Domestic Regional Product) of Central Java. This research used secondary data which were taken from some government institutions in Central Java. This research used multiple regression analysis. The data were analysed with T-test for partial testing and  F-test for simultaneously testing. The result showed that thelocally generated revenue, investment, and labor force simultaneously affected GDRP of Central Java with significant value of  0.00<0.05 and coefficient of determination (Adjusted R2) of 0.702, which means that the locally generated revenue, investment, and labor force contribution amounting to 70.2% and 29.8% was explained by other variables. It was also found that the locally generated revenue had a positive and not significant impact to GDRP of Central Java with coefficient value of 0.744. Iinvestment and labor force variable had positive and significant impact to GDRP of Central Java with the coefficient value of 4.423 and 4.203 respectively.
Keywords: GDRP, locally generated revenue, investment, labor force


PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pembangunan ekonomi dipandang sebagai suatu proses yang mencakup berbagai macam perubahan yang mendasar seperti struktur sosial, sikap dan perilaku masyarakat serta kinerja dari instansi-instansi pemerintah. Pembangunan dirasa sangat penting bagi kelangsungan suatu bangsa dan merupakan suatu tujuan bagi masyarakat itu sendiri, pembangunan tidak lepas dari faktor kemajuan teknologi dan pada akhirnya pembangunan menuntut kita untuk melihat lebih dalam hal hal yang mempengaruhi pembangunan.
Pertumbuhanperekonomiansuatudaerahdapatdilihatpadatingkatpertumbuhanproduk domestic regional bruto(PDRB).Secara garis besar PDRB adalah jumlah dari semua barang dan jasa atau semua nilai tambah yang dihasilkan suatu daerah dalam periode waktu tertentu (1 tahun).
Peningkatan PAD diharapkan dapat menjadi semangat dalam meningkatkan dan menjadi pendorong yang kuat bagi daerah dalam melaksanakan otonomi daerah.
Pengoptimalan pendapatan asli daerah sebaiknya didukung dengan usaha pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.Sehingga dapat terjadi kesinambungan antara pelayanan dan hasil yang didapat oleh pemerintah daerah.
PAD sebagai sumber utama penghasilan daerah, PAD terbagi menjadi tiga kategori, yaitu pajak daerah, denda dan pungutan serta penghasilan perusahaan daerah
Untuk terus menggerakkan roda pembangunan daerah, pihak pemerintah dituntut untuk bisa bekerja sama dengan pihak-pihak lain termasuk penanam modal dalam negeri dan penanam modal asing.
Menurut Prof. H. Haming dan Prof. Dr. H. Basmalah (2010:5) investasi dapat diartikan, keputusan mengeluarkan sejumlah dana di masa sekarang yang bertujuan untuk membeli sejumlah aktiva riil atau aktiva keuangan dengan harapan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar di masa mendatang. “Pengertian sederhana dari investasi adalah penanaman suatu bentuk dana atau uang dengan harapan dapat memperoleh tambahan atau keuntungan atas uang atau dana tersebut”






Tabel 1
REALISASI INVESTASI JAWA TENGAH
Tahun
Jumlah
(juta rupiah)
2013
Rp988.124
2012
Rp1.677.031
2011
Rp801.057
2010
Rp3.619.242
2009
Rp2.677.248

Pada tahun 2013 realisasi investasi Jawa Tengah sebesar Rp988.124 juta, nilai tersebut mengalami penurunan dibanding tahun 2012 yang mencapai Rp1.667.031 juta dan jika dicermati, kondisi perkembangan realisasi investasi selalu mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun. Perkembangan realisasi investasi erat kaitannya dengan kondisi perekonomian yang ada, oleh sebab itu sektor investasi juga memiliki peranan penting dalam meningkatkan sektor perekonomian dengan harapan semakin tinggi investasi yang masuk, semakin tinggi pula lapangan pekerjaan yang akan tercipta dan akan menggerakkan roda perekonomian disetiap sektornya.
Sumber daya manusia yang aktif dan kompetitif menjadi ujung tombak dari pembangunan daerah, hal ini dikarenakan sumber daya manusia mengelola dan mengendalikan serta mengembangkan setiap aspek sumber daya alam dan keuangan yang ada.Manusia memegang peranan penting sebagai penggerak dalam roda perekonomian dengan kemampuan yang ditunjang pengetahuan serta teknologi yang canggih dengan demikian dapat menjadikan pembangunan daerah berkelanjutan dan mandiri di setiap daerah di Indonesia. Dalam hal ini peran pemerintah dalam mencetak tenaga kerja yang terampil dan berkualitas dirasa wajib dilakukan karena di era globalisasi ini sudah banyak tenaga kerja asing yang bekerja di Indonesia, hal ini dikhawatirkan akan menimbulkan dampak yang signifikan bagi masyarakat seperti mulai meningkatnya pengangguran yang disebabkan dominasi tenaga kerja asing.Mengingat saat era krisis moneter terdapat banyak sekali pemutusan hubungan kerja oleh sektor industri yang mengakibatkan tingginya tingkat pengangguran di masyarakat dirasa sangat mempengaruhi kesejahteraan masyarakat.Jika tingkat pengangguran tinggi dan harga pokok bahan makanan semakin naik hal ini dirasa sangat memberatkan rakyat.
Pada era globalisasi sekarang ini pemerintah mengeluarkan UU No.25 Tahun 2007 undang-undang penanaman modal pasal 10 ayat 1 yang berisi, perusahaan penanaman modal dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja harus mengutamakan tenaga kerja warga Negara Indonesia. Guna mendukung pelaksanaan undang-undang tersebut pemerintah juga harus menyiapkan SDM yang berkualitas disamping terpenuhinya kuantitas permintaan tenaga kerja. Tenaga kerja yang terampil merupakan potensi sumber daya manusia yang sangat dibutuhkan dalam proses pembangunan ekonomi.
Dalam hal ini pendapatan asli daerah (PAD), Investasi baik PMA dan PMDN serta jumlah angkatan kerja dirasa mampu meningkatkan perekonomian Jawa Tengah sehingga sangat berdampak terhadap nilai dari PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Jawa Tengah.

Tujuan

Adapun tujuan dari penelitianini adalah sebagai berikut:
a.    Menganalisis masing-masing pengaruh pendapatan asli daerah (PAD), Investasi (PMA & PMDN) dan Jumlah Tenaga Kerja  terhadap PDRB Jawa Tengah tahun 1984-2013.
b.    Menganalisis pengaruh variable pendapatan asli daerah (PAD), Investasi (PMA & PMDN) dan Jumlah Tenaga Kerja secara bersama-sama  terhadap PDRB Jawa Tengah tahun 1984-2013.
c.    Mengamati perkembangan perekonomian di era setelah krisis moneter dengan melihat kenaikan nilai PDRB yang di pengaruhi oleh Pendapatan Asli Daerah, Investasi dan Angkatan Kerja.

TELAAH PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN HIPOTESIS

Produk Domestik Regional Bruto

Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga pasar, menurut Badan Pusat Statistik merupakan jumlah nilai tambah bruto yang timbul dari seluruh sektor perekonomian dari suatu wilayah.Secara garis besar PDRB adalah jumlah dari semua barang dan jasa atau semua nilai tambah yang dihasilkan suatu daerah dalam periode waktu tertentu (1 tahun).

Pendapatan Asli Daerah

Menurut Rahman (2005:38), “pendapatan asli daerah (PAD) merupakan pendapatan dari hasil pengelolaan kekayaan daerah dan lain lain pendapatan asli daerah yang sah”. Lain-lain pendapatan asli daerah yang sah menurut Undang-undang No.33 tahun 2004 adalah:
Hasil penjualan kekayaan daerah yang tidak dipisahkan, jasa giro, pendapatan bunga, keuntungan selisih nilai tukar rupiah terhadap asing dan komisi, potongan, ataupun bentuk lain sebagai akibat penjualan dan/atau pengadaan barang dan/atau jasa oleh daerah.
Pengoptimalan pendapatan asli daerah sebaiknya didukung dengan usaha pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.Sehingga dapat terjadi kesinambungan antara pelayanan dan hasil yang didapat oleh pemerintah daerah. Namun dengan Eksploitasi PAD yang berlebihan dan tidak sesuai dengan kondisi yang ada justru akan semakin membebani masyarakat dan akan mengancam kondisi perekonomian secara makro.
PAD sebagai sumber utama penghasilandaerah. PAD terbagi menjadi tiga kategori, yaitu pajak daerah, denda dan pungutan serta penghasilan perusahaan daerah. Ketiga kategori tersebut tercantum dalam UU No. 33 Tahun 2004 pasal 6 ayat 1 dan ayat 2 yang menyatakan bahwa sumber PAD terdiri dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain PAD yang sah. Lain lain PAD yang sah sebagaimana yang dimaksud pada ayat 1 meliputi hasil penjualan kekayaan daerah yang tidak dipisahkan, jasa giro, pendapatan bunga, keuntungan selisih nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, dan komisi, potongan, ataupun bentuk lain sebagai akibat dari penjualan dan/atau jasa oleh daerah.
Investasi

Huda dan Nasution (2007:7) “investasi merupakan kata adopsi dari bahasa inggris, yaitu investmen, kata invest sebagai kata dasar dari investment memiliki arti menanam”. Menurut Prof. H. Haming dan Prof. Dr. H. Basmalah (2010:5) investasi dapat diartikan, keputusan mengeluarkan sejumlah dana di masa sekarang yang bertujuan untuk membeli sejumlah aktiva riil atau aktiva keuangan dengan harapan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar di masa mendatang. “Pengertian sederhana dari investasi adalah penanaman suatu bentuk dana atau uang dengan harapan dapat memperoleh tambahan atau keuntungan atas uang atau dana tersebut” (Suhartono dan Fadlilah, 2008:27).

Angkatan Kerja

Tenaga kerjasecaraumum adalah penduduk berusia 15-64 tahun Pengertian tenaga kerja meliputi juga keahlian dan keterampilan yang dimiliki.Menurut Putong (2002:100) faktor-faktor produksi yang dimaksud dalam ilmu ekonomi adalah “manusia (tenaga kerja=TK), modal (uang atau alat seperti mesin=M), SDA(tanah=T), dan skill (teknologi=T)”. jika semua faktor faktor tersebut dapat dioptimalkan maka diharapkan tingkat produksi juga akan meningkat, Dari segi keahlian dan pendidikan, menurut (Sukirno , 2007:9) tenaga kerja dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu :
a.    Tenaga kerja kasar
Tenaga kerja kasar adalah tenaga kerja yang tidak berpendidikan atau rendah tingkat pendidikanya dan tidak memiliki keahlian dalam suatu bidang pekerjaan.
b.   Tenaga kerja terampil
Tenaga kerja terampil adalah tenaga kerja yang memiliki keahlian dari suatu pelatihan atau dari pengalaman kerja seperti montir mobil, tukang kayu dan ahli reparasi elektronik.
c.    Tenaga kerja terdidik
Tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang memiliki pendidikan yang cukup tinggi dan ahli dalam bidang tertentu seperti dokter, akuntan, ahli ekonomi dan insinyur,
Beberapa hal yang mempengaruhi produktivitas kerja antara lain, lingkungan kerja yang kondusif, rekan kerja yang saling membangun satu sama lain serta peranan pemimpin dalam membangun motivasi.

Kerangka Pemikiran

Kerangka pemikiran teoritis dapat digambarkan pada gambar 1.

Gambar 1
PendapatanAsli Daerah
 


Penanaman Modal Asing
(Y)

Investasi
                            X1     
                                                  
                             X2                
AngkatanKerja

 
                             X3                
                                               X4


Hipotesis penelitian

Berdasarkan kerangka pemikiran teoritis di atas, maka hipotesis penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut :
Ho1 : Tidak ada pengaruh antara pendapatan asli daerah terhadap nilai PDRB diJawaTengah
Ha1 : Ada pengaruh antara pendapatan asli daerah terhadap nilai PDRB di JawaTengah
Ho2 : Tidak ada pengaruh antara investasi terhadap nilai PDRB di Jawa Tengah.
Ha2 : Ada pengaruh antara investasi terhadap nilai PDRB di Jawa Tengah.
Ho3 : Tidak ada pengaruh antara jumlah tenaga kerja terhadap nilai PDRB diJawa Tengah.
Ha3 : Ada pengaruh antara jumlah tenaga kerja terhadap nilai PDRB di Jawa         Tengah.
Ho4 : Tidak ada pengaruh antara pendapatan asli daerah, investasi dan tenagakerja terhadap PDRB di Jawa Tengah.
Ha4 : Ada pengaruh antara pendapatan asli daerah, investasi dan tenaga kerjaterhadap PDRB di Jawa Tengah.
H4:PDRBberpengaruh positif terhadap penanaman modal asing di Jawa Tengah.

METODE PENELITIAN

Alat Analisis Data

Alat analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Regresi Linier Berganda dengan melakukan uji t, uji f, koefisien determinasi, dan uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji heterokedastisitas, uji autokorelasi, dan uji multikolinieritas. Metode analisis ini menggunakan SPSS 16.0.
Metode pengumpulan data diperoleh melalui berbagai sumber yaitu studi pustaka.

Jenis Data

Dalam sebuah penelitian penggunaan jenis data dapat mempengaruhi hasil yang diperoleh. Jenis data menurut Wijaya (2013:19) jenis data menurut cara memperolehnya dibagi menjadi dua macam, data primer dan sekunder. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder time series.
Data Sekunder yaitu data yang diperoleh dari sumber yang menerbitkan dan bersifat siap pakai.Data sekunder mampu memberikan informasi dalam pengambilan keputusan meskipun dapat diolah lebih lanjut. Pada penelitian ini menggunakan pengumpulan data sekunder dengan penelusuran di perpustakaan Badan Pusat Statistik Jawa Tengah.
Data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah data pendapatan asli daerah Jawa Tengah, data realisasi investasi, data jumlah angkatan kerja dan data tingkat PDRB (1984-2013).

HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Hasil Analisis Regresi Linier Berganda dapat dilihat pada Tabel 2.



Tabel 2
Hasil Koefisien Determinasi (R2)
Model Summaryb
Model
R
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
Durbin-Watson
1
.856a
.732
.702
102115.739
1.673
a. Predictors: (Constant), AK, INV, PAD
b. Dependent Variable: PDRB



Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel terikat.
Dalam output hasil SPSS tersebut terlihat bahwa variabel bebas (PAD,Investasi dan Angkatan Kerja) dalam model regresi mempengaruhi variabel terikat(PDRB)  sebesar 70,2 % dan sisanya sebesar 29,8% dipengaruhi oleh variabel lain.

Uji Parsial (Uji T)

Uji t digunakan untuk menguji signifikansi pengaruh variabel-variabel independen yaitu nilai pendapatan asli daerah, tingkat investasi dan jumlah angkatan kerja tehadap variabel dependen yaitu nilai PDRB.Hasil uji t tampak pada tabel 3.

Tabel 3
Uji T
Coefficientsa


Model
t
Sig.


1
(Constant)
-4.262
.000

PAD
.744
.464

INV
4.423
.000

AK
4.203
.000







Sumber : Data sekunder yang diolah dengan SPSS 16.0
Pada tabel diatas terlihat bahwa variabel PAD memiliki thitung sebesar 0.744 dan nilai signifikansi sebesar 0,464 yang nilainya lebih besar dibanding α sebesar 0,05. Hal ini dapat dijelaskan bahwa pendapatan asli daerah memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap nilai PDRB.
Variabel investasi memiliki thitung sebesar 4,423 dan nilai signifikansi 0,000 yang nilainya lebih kecil dari α sebesar 0,05. Hal ini dapat disimpulkan bahwa nilai investasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai PDRB.Sedangkan variabel angkatan kerja memiliki thitung sebesar 4,203 dan nilai signifikansi 0,000 yang nilainya lebih kecil dari α sebesar 0,05.
Hal ini dapat disimpulkan bahwa variabel angkatan kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai PDRB di Jawa Tengah

Uji Simultan (Uji F)

Uji F dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh secara bersama-sama (simultan) antara variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil dari uji F dapat dilihat pada tabel 4.
Tabel 4
Uji Simultan (ujiF)
ANOVAb
Model
Sum of Squares
Df
Mean Square
F
Sig.
1
Regression
7.422E11
3
2.474E11
23.725
.000a
Residual
2.711E11
26
1.043E10


Total
1.013E12
29



a. Predictors: (Constant), AK, INV, PAD
b. Dependent Variable: PDRB
Sumber : Data sekunder yang diolah dengan SPSS 16.0
Apabila dilihat dari kriteria diatas, nilai Fhitung   menunjukkan sebesar 23,725 sedangkan Ftabel  menunjukkan nilai sebesar 2,98 sehingga Fhitung . >.Ftabel atau 23,725 > 2,98 maka Ha diterima yaitu secara bersama-sama ada pengaruh antara pendapatan asli daerah, tingkat investasi dan jumlah angkatan kerja terhadap PDRB di Jawa Tengah.
Kemudian apabila dilihat dari nilai signifikansi terlihat bahwa 0.00 < 0.05 maka Ha diterima sehingga ada pengaruh yang signifikan antara pendapatan asli daerah, tingkat investasi dan jumlah angkatan kerja terhadap PDRB di Jawa Tengah.

Rumus Persamaan Regresi

Persamaan regresi dalam penelitian ini dapat dilihat dari rumus sebagai berikut:
Rumus
Persamaan Regresi
PDRB = -995361.068 + 1.253E-5 X1 + 0.056 X2 + 0.068 X3
Keterangan:
Y  = PDRB
X1= Pendapatanaslidaerah
X2= Investasi
X3= Angkatankerja
Konstanta sebesar -995361,068 mempunyai arti jika tidak ada perubahan dalam variabel PAD, Investasi dan AngkatanKerja maka PDRB akan tetap sebesar -995361,068Miliyar rupiah.
Koefisien nilai PAD sebesar 1.253E-5, yang berarti jika terjadi perubahan nilai pendapatan asli daerah sebesar 1 ribu rupiah hanya akan meningkatkan nilai PDRB sebesar 0,00001253 miliyar. koefisien nilai investasi sebesar 0.056 yang berarti jika terjadi peningkatan nilai investasi 1 juta akan juga meningkatkan nilai PDRB sebesar 0.056 miliyar.Koefisien regresi X3 sebesar 0.068 mempunyai arti bahwa setiap peningkatan jumlah angkatan kerja sebanyak 1 juta orang maka akan meningkatkan nilai PDRB sebesar 0.068 miliyar rupiah.

Uji Asumsi Klasik

Uji Multikolinearitas

Pada uji multikolinieritas ini akan  diuji apakah model regresi ditemukan adanya kolerasi antar variabel bebas (independen). Dalam menentukan keberadaan multikolinieritas dengan cara melihat nilai tolerance dan nilai variance inflation factor (VIF). Hasil uji multikolinieritas dapat dilihat pada tabel 5.
Tabel 5
Uji Multikolinearitas
Coefficientsa

Model
Collinearity Statistics
Tolerance
VIF
1
(Constant)


PAD
.388
2.575
INV
.896
1.116
AK
.375
2.666





Pada hasil uji multikolinieritas diketahui bahwa nilai tolerance pada masing-masing variabel lebih besar dari 0,10 dan nilai VIFnya kurang dari 10 sehingga dapat disimpulkan bahwa data tidak terjadi multikolinieritas.

Uji Autokerelasi

Persamaan regresi yang baik adalah tidak memiliki masalah autokorelasi. Jika terjadi autokorelasi maka persamaan tersebut menjadi tidak baik atau tidak layak dipakai prediksi.Hasil uji autokorelasi bisa dilihat pada tabel 6
Tabel 6
Uji Autokorelasi
Model Summaryb
Model
R
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
Durbin-Watson
1
.856a
.732
.702
102115.739
1.673
a. Predictors: (Constant), AK, INV, PAD
b. Dependent Variable: PDRB


Sumber : Data sekunder yang diolah dengan SPSS 16.0
Salah satu ukuran dalam menentukan ada tidaknya masalah autokorelasi dengan uji Durbin Watson (DW) dengan ketentuan sebagai berikut :
1.   Terjadi autokorelasi positif jika nilai DW di bawah -2 (DW < -2).
2.   Tidak terjadi autokorelasi jika nilai DW antara -2 dan +2 atau -2 ≤ DW ≤ +2
3.   Terjadi autokorelasi negative jika nilai DW di atas +2 atau DW > +2
Pada tabel di atas terlihat bahwa nilai DW sebesar 1.673 atau -2 ≤ 1.673 ≤ +2 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat autokorelasi pada data tersebut.
Uji Heterokedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan menguji terjadinya gangguan yang muncul dalam fungsi regresi yang mempunyai varian yang tidak sama sehingga penafsirannya tidak efisien baik dalam sampel kecil maupun sampel besar.
Homoskedatisitas terjadi jika pada scatterplot titik-titik hasil pengolahan data antara ZPRED dan SRESID  menyebar di bawah ataupun di atas titik origin (angka 0) pada sumbu Y dan tidak mempunyai pola yang teratur.
Heterokedastisitas terjadi jika pada scatterplot titik-titiknya   mempunyai pola yang teratur, baik menyempit, melebar maupun bergelombang-bergelombang.
Hasil uji heterokedatisitas pada penelitian ini dapat dilihat dari gambar 2.
Gambar 2
HASIL UJI ETEROKEDASTISITAS

Dari analisis hasil output SPSS (gambar scatterplot) diatas terlihat bahwa titik-titik menyebar dibawah serta diatas sumbu Y, dan tidak mempunyai pola teratur. Jadi kesimpulannya adalah variabel bebas diatas tidak terjadi heterokedastisitas atau bersifat homokedastisitas.

Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terdapat variabel penggangu atau residual memiliki distribusi normal. Jika asumsi ini dilanggar uji statistik menjadi tidak valid.
Uji t dan uji F menerangkan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Penelitian ini melakukan uji normalitas dengan cara analisis grafik yang digambarkan pada P-P Plot.
Dengan cara grafik histogram adalah dengan membandingkan data riil/nyata dengan garis kurva yang terbentuk, apakah bentuk kurva mendekati normal atau memang normal sama sekali. Jika data riil membentuk garis kurva cenderung tidak simetri terhadap mean (U) maka dapat dikatakan data berdistribusi tidak normal atau sebaliknya.
Gambar grafik histogram dapat dilihat pada gambar 3 yang menunjukkan hasil pengolahan dengan SPSS 16.
Gambar 3
GRAFIK HISTOGRAM UJI NORMALITAS
dapat dilihat bahwa bentuk garis kurva cenderung simetri terhadap mean (U) sehingga dapat dikatakan bahwa data berdistribusi normal.
Cara selanjutnya adalah dengan normal probability plots. Cara ini lebih baik dilakukan/digambarkan dengan grafik histogram karena cara ini membandingkan data riil dengan data distribusi normal (otomatis oleh komputer) secara kumulatif. Suatu data dikatakan berdistribusi normal jika garis data riil mengikuti garis diagonal. Gambar normal probability plot dapat dilihat dari gambar 4.
Gambar 4
NORMAL PROBABILITY PLOT UJI NORMALITAS
Dari gambar 4, terlihat bahwa garis data riil mengikuti garis  sehingga dapat dikatakan bahwa data berdistribusi normal.
Pengujian normalitas selanjutnya adalah dengan menggunakan Kolmogorov karena diperoleh N = 30.
Hasil analisis Kolmogorov terlihat pada Tabel 7.
Tabel 7
HASIL UJI NORMALITAS DENGAN KOLMOGOROV
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test


Unstandardized Residual
N
30
Normal Parametersa
Mean
.0000000
Std. Deviation
9.66897326E4
Most Extreme Differences
Absolute
.170
Positive
.170
Negative
-.131
Kolmogorov-Smirnov Z
.932
Asymp. Sig. (2-tailed)
.350
a. Test distribution is Normal.


Pada hasil ouput SPSS diatas terlihat bahwa nilai signifikan sebesar 0.350 lebih besar dari 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa data tersebut memiliki variabel-variabel yang berdistribusi normal.

Pengaruh Pendapatan Asli Daerah Terhadap PDRB

Hasil dari penelitian ini dapat menunjukkan bahwa pendapatan asli daerah (PAD) berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap nilai PDRB di Jawa Tengah.Koefisien nilai PAD sebesar 1.253E-5, yang berarti jika terjadi perubahan nilai pendapatan asli daerah sebesar 1 ribu rupiah hanya akan meningkatkan nilai PDRB sebesar 0.0000125 miliyar. Oleh karena itu secara individu pendapatan asli daerah memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap nilai PDRB Jawa Tengah dengan melihat nilai thitung sebesar 0.744dan nilai signifikansi 0.464 > 0,05.tidak signifikan terhadap PDRB di Jawa Tengah.

Pengaruh Investasi Terhadap PDRB

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai PDRB di Jawa Tengah dengan t-hitung sebesar 4.423 dan nilai signifikan sebesar 0.000 < 0.05 serta koefisien nilai investasi sebesar 0.056 yang berarti jika terjadi peningkatan nilai investasi 1 juta akan juga meningkatkan nilai PDRB sebesar 0.056 miliyar.

Pengaruh Angkatan Kerja terhadap PDRB
Hasil penelitian ini menunjukkan hasil sebagai berikut, variabel jumlah angkatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai PDRB di Jawa Tengah.Hal ini ditunjukkan dari hasil pengolahan data dengan SPSS.16 yang menunjukkan nilai t hitung sebesar 4.203 dan nilai signifikansi variabel jumlah angkatan kerja sebesar 0.000 < 0.05 hal ini menjukan pengaruh yang positif dan signifikan dari variabel ini.

Pengaruh PAD, Investasi dan Angkatan Kerja terhadap PDRB

pendapatan asli daerah (PAD) berpengaruh positif namun tidak signifikan, sedangkan variabel invesatsi dan jumlah angkatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai PDRB di Jawa Tengah.Namun secara bersama-sama seluruh variabel memberikan pengaruh positif terhadap nilai PDRB di Jawa Tengah.
KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, maka dapat disimpulkan bahwa secara simultan atau bersama-sama variable PAD, Investasi dan Angkatan kerja berpengaruh signifikan terhadap PDRB di Jawa Tengah. Secaraparsial, variabel PAD berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap PDRB, Investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB. Sedangkan, secara parsial variable angkatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB di Jawa Tengah periode tahun 1984-2013.
DAFTAR PUSTAKA

Haming, Murdifin dan Basmalah, Salim.
2010. Studi Kelayakan Investasi Proyek & Bisnis. Jakarta: Bumi Aksara.
Huda, Nurul dan Nasution, Mustafa Edwin.
Investasi Pada Pasar Modal Syariah. Jakarta: Kencana.
Putong, Iskandar. 2002. Pengantar Ekonomi
Mikrodan Makro edisi 2. Jakarta: Ghalia Indonesia
Qudsi, Fadilah dan Suhartono. 2009.
Portofolio Investasidan Bursa Efek, Pendekatan Teori dan Praktek Suplement: Trick dan Praktek Kamus Gaul di Pasar Modal.
Rahman, Herlina. 2005. Pengertian Metode
            Penelitian Menurut Ahli.
            www.globallavebookx.blogspot.com.
            (27-06-2015)
Sukirno, Sadono. 2008. Makroekonomi
Teori Pengantar, edisi ke-3. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Sukirno, Sadono. 2007. Mengasah
Kemampuan Ekonomi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
( http//books.google.com)
(16-06-2015)
Undang-undang No.25 Tahun 2007. Undang-
Undang Penanaman Modal. Jakarta:
PT. Raja Grafindo Persada.
( http//books.google.com)
(27-06-2015)
Undang-undang No.33 tahun 2004.Undang-
Undang Pendapatan Asli Daerah.
Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
( http//books.google.com)
(27-06-2015)
Undang-undang No.13 tahun 2003.Undang-
Undang Ketenagakerjaan. Jakarta:
PT. Raja Grafindo Persada.
( http//books.google.com)
(27-06-2015)
Wijaya, Tony. 2013. Metodologi Penelitian
Ekonomi dan Bisnis.Yogyakarta: Graha Ilmu. Tenaga Kerja https://id.m.wikipedia.org.
(27-06-2015)

1 komentar:

  1. Tachi Gold - Titanium-Arts
    Tachi ti89 titanium calculator Gold, Gold has a long, schick quattro titanium narrow cut throat with a longer, narrow head. remmington titanium It is popular in Asia. titanium element The head is used in everything from a traditional wood base titanium watch to

    BalasHapus