ANALISIS
PENGARUH PENDAPATAN
ASLI DAERAH (PAD), INVESTASI, DAN ANGKATAN KERJA
TERHADAP PDRB PROVINSI JAWA TENGAH (PERIODE 1984-2013)
Rio Dwi Putranto, Putut Haribowo, Nur Rini
Jurusan Administrasi Bisnis, Politeknik Negeri Semarang
ABSTRACT
GDRP (Gross Domestic Regional
Product) is the total value added generated by all bussines units of local
region or the entire amount of the value of final goods and services at one
period. GDRP can describe the economic growth of a local region. The high level
of economic growth showed that the local area were progresife at the economic
conditions.This research analyzed the impact of locally generated revenue,
investment, and labor force to GDRP (Gross Domestic Regional Product) of
Central Java. This research used secondary data which were taken from some
government institutions in Central Java. This research used multiple regression analysis. The data were analysed
with T-test for partial testing and F-test
for simultaneously testing. The result showed that thelocally generated
revenue, investment, and labor force simultaneously affected GDRP of Central
Java with significant value of 0.00<0.05 and coefficient of determination
(Adjusted R2) of 0.702, which means that the locally generated revenue,
investment, and labor force contribution amounting to 70.2% and 29.8% was
explained by other variables. It was also found that the locally generated
revenue had a positive and not significant impact to GDRP of Central Java with
coefficient value of 0.744. Iinvestment and labor force variable had positive
and significant impact to GDRP of Central Java with the coefficient value of
4.423 and 4.203 respectively.
Keywords: GDRP, locally generated revenue, investment, labor force
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pembangunan ekonomi dipandang sebagai
suatu proses yang mencakup berbagai macam perubahan yang mendasar seperti
struktur sosial, sikap dan perilaku masyarakat serta kinerja dari
instansi-instansi pemerintah. Pembangunan dirasa sangat penting bagi kelangsungan
suatu bangsa dan merupakan suatu tujuan bagi masyarakat itu sendiri,
pembangunan tidak lepas dari faktor kemajuan teknologi dan pada akhirnya
pembangunan menuntut kita untuk melihat lebih dalam hal hal yang mempengaruhi
pembangunan.
Pertumbuhanperekonomiansuatudaerahdapatdilihatpadatingkatpertumbuhanproduk
domestic regional bruto(PDRB).Secara
garis besar PDRB adalah jumlah dari semua barang dan jasa atau semua nilai
tambah yang dihasilkan suatu daerah dalam periode waktu tertentu (1 tahun).
Peningkatan PAD diharapkan dapat
menjadi semangat dalam meningkatkan dan menjadi pendorong yang kuat bagi daerah
dalam melaksanakan otonomi daerah.
Pengoptimalan pendapatan asli daerah sebaiknya didukung
dengan usaha pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas pelayanan
publik.Sehingga dapat terjadi kesinambungan antara pelayanan dan hasil yang
didapat oleh pemerintah daerah.
PAD sebagai sumber utama penghasilan
daerah, PAD terbagi menjadi tiga kategori, yaitu pajak daerah, denda dan
pungutan serta penghasilan perusahaan daerah
Untuk terus menggerakkan roda
pembangunan daerah, pihak pemerintah dituntut untuk bisa bekerja sama dengan
pihak-pihak lain termasuk penanam modal dalam negeri dan penanam modal asing.
Menurut Prof. H. Haming dan Prof. Dr. H. Basmalah (2010:5)
investasi dapat diartikan, keputusan mengeluarkan sejumlah dana di masa
sekarang yang bertujuan untuk membeli sejumlah aktiva riil atau aktiva keuangan
dengan harapan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar di masa
mendatang. “Pengertian sederhana dari investasi adalah penanaman suatu bentuk
dana atau uang dengan harapan dapat memperoleh tambahan atau keuntungan atas
uang atau dana tersebut”
Tabel 1
REALISASI INVESTASI JAWA
TENGAH
|
Tahun
|
Jumlah
|
|
(juta rupiah)
|
|
|
2013
|
Rp988.124
|
|
2012
|
Rp1.677.031
|
|
2011
|
Rp801.057
|
|
2010
|
Rp3.619.242
|
|
2009
|
Rp2.677.248
|
Pada tahun 2013 realisasi investasi Jawa Tengah sebesar
Rp988.124 juta, nilai tersebut mengalami penurunan dibanding tahun 2012 yang
mencapai Rp1.667.031 juta dan jika dicermati, kondisi perkembangan realisasi
investasi selalu mengalami fluktuasi dari tahun ke tahun. Perkembangan
realisasi investasi erat kaitannya dengan kondisi perekonomian yang ada, oleh
sebab itu sektor investasi juga memiliki peranan penting dalam meningkatkan sektor
perekonomian dengan harapan semakin tinggi investasi yang masuk, semakin tinggi
pula lapangan pekerjaan yang akan tercipta dan akan menggerakkan roda
perekonomian disetiap sektornya.
Sumber daya manusia yang aktif dan kompetitif menjadi ujung
tombak dari pembangunan daerah, hal ini dikarenakan sumber daya manusia
mengelola dan mengendalikan serta mengembangkan setiap aspek sumber daya alam
dan keuangan yang ada.Manusia memegang peranan penting sebagai penggerak dalam
roda perekonomian dengan kemampuan yang ditunjang pengetahuan serta teknologi
yang canggih dengan demikian dapat menjadikan pembangunan daerah berkelanjutan
dan mandiri di setiap daerah di Indonesia. Dalam hal ini peran pemerintah dalam
mencetak tenaga kerja yang terampil dan berkualitas dirasa wajib dilakukan
karena di era globalisasi ini sudah banyak tenaga kerja asing yang bekerja di
Indonesia, hal ini dikhawatirkan akan menimbulkan dampak yang signifikan bagi
masyarakat seperti mulai meningkatnya pengangguran yang disebabkan dominasi tenaga
kerja asing.Mengingat saat era krisis moneter terdapat banyak sekali pemutusan
hubungan kerja oleh sektor industri yang mengakibatkan tingginya tingkat
pengangguran di masyarakat dirasa sangat mempengaruhi kesejahteraan
masyarakat.Jika tingkat pengangguran tinggi dan harga pokok bahan makanan
semakin naik hal ini dirasa sangat memberatkan rakyat.
Pada era globalisasi sekarang ini pemerintah mengeluarkan UU
No.25 Tahun 2007 undang-undang penanaman modal pasal 10 ayat 1 yang berisi,
perusahaan penanaman modal dalam memenuhi kebutuhan tenaga kerja harus
mengutamakan tenaga kerja warga Negara Indonesia. Guna mendukung pelaksanaan
undang-undang tersebut pemerintah juga harus menyiapkan SDM yang berkualitas
disamping terpenuhinya kuantitas permintaan tenaga kerja. Tenaga kerja yang
terampil merupakan potensi sumber daya manusia yang sangat dibutuhkan dalam
proses pembangunan ekonomi.
Dalam hal ini pendapatan asli daerah (PAD), Investasi baik
PMA dan PMDN serta jumlah angkatan kerja dirasa mampu meningkatkan perekonomian
Jawa Tengah sehingga sangat berdampak terhadap nilai dari PDRB (Produk Domestik
Regional Bruto) Jawa Tengah.
Tujuan
Adapun tujuan dari penelitianini adalah sebagai berikut:
a.
Menganalisis
masing-masing pengaruh pendapatan asli daerah (PAD), Investasi (PMA & PMDN)
dan Jumlah Tenaga Kerja terhadap PDRB
Jawa Tengah tahun 1984-2013.
b.
Menganalisis pengaruh variable pendapatan asli
daerah (PAD), Investasi (PMA & PMDN) dan Jumlah Tenaga Kerja secara
bersama-sama terhadap PDRB Jawa Tengah
tahun 1984-2013.
c.
Mengamati
perkembangan perekonomian di era setelah krisis moneter dengan melihat kenaikan
nilai PDRB yang di pengaruhi oleh Pendapatan Asli Daerah, Investasi dan
Angkatan Kerja.
TELAAH PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN,
DAN HIPOTESIS
Produk Domestik Regional Bruto
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga pasar,
menurut Badan Pusat Statistik merupakan jumlah nilai tambah bruto yang timbul
dari seluruh sektor perekonomian dari suatu wilayah.Secara garis besar PDRB
adalah jumlah dari semua barang dan jasa atau semua nilai tambah yang
dihasilkan suatu daerah dalam periode waktu tertentu (1 tahun).
Pendapatan Asli Daerah
Menurut Rahman (2005:38), “pendapatan asli daerah (PAD)
merupakan pendapatan dari hasil pengelolaan kekayaan daerah dan lain lain
pendapatan asli daerah yang sah”. Lain-lain pendapatan asli daerah yang sah
menurut Undang-undang No.33 tahun 2004 adalah:
Hasil penjualan kekayaan daerah yang tidak dipisahkan, jasa
giro, pendapatan bunga, keuntungan selisih nilai tukar rupiah terhadap asing
dan komisi, potongan, ataupun bentuk lain sebagai akibat penjualan dan/atau
pengadaan barang dan/atau jasa oleh daerah.
Pengoptimalan pendapatan asli daerah
sebaiknya didukung dengan usaha pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas
pelayanan publik.Sehingga dapat terjadi kesinambungan antara pelayanan dan
hasil yang didapat oleh pemerintah daerah. Namun dengan Eksploitasi PAD yang
berlebihan dan tidak sesuai dengan kondisi yang ada justru akan semakin
membebani masyarakat dan akan mengancam kondisi perekonomian secara makro.
PAD sebagai sumber utama
penghasilandaerah. PAD terbagi menjadi tiga kategori, yaitu pajak daerah, denda
dan pungutan serta penghasilan perusahaan daerah. Ketiga kategori tersebut
tercantum dalam UU No. 33 Tahun 2004 pasal 6 ayat 1 dan ayat 2 yang menyatakan
bahwa sumber PAD terdiri dari pajak daerah, retribusi daerah, hasil pengelolaan
kekayaan daerah yang dipisahkan dan lain-lain PAD yang sah. Lain lain PAD yang
sah sebagaimana yang dimaksud pada ayat 1 meliputi hasil penjualan kekayaan
daerah yang tidak dipisahkan, jasa giro, pendapatan bunga, keuntungan selisih
nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, dan komisi, potongan, ataupun
bentuk lain sebagai akibat dari penjualan dan/atau jasa oleh daerah.
Investasi
Huda dan Nasution (2007:7) “investasi merupakan kata adopsi
dari bahasa inggris, yaitu investmen, kata invest sebagai kata dasar dari investment
memiliki arti menanam”. Menurut Prof. H. Haming dan Prof. Dr. H. Basmalah
(2010:5) investasi dapat diartikan, keputusan mengeluarkan sejumlah dana di
masa sekarang yang bertujuan untuk membeli sejumlah aktiva riil atau aktiva
keuangan dengan harapan untuk mendapatkan penghasilan yang lebih besar di masa
mendatang. “Pengertian sederhana dari investasi adalah penanaman suatu bentuk
dana atau uang dengan harapan dapat memperoleh tambahan atau keuntungan atas
uang atau dana tersebut” (Suhartono dan Fadlilah, 2008:27).
Angkatan Kerja
Tenaga kerjasecaraumum adalah penduduk
berusia 15-64 tahun Pengertian tenaga kerja meliputi juga keahlian dan
keterampilan yang dimiliki.Menurut Putong (2002:100) faktor-faktor produksi
yang dimaksud dalam ilmu ekonomi adalah “manusia (tenaga kerja=TK), modal (uang
atau alat seperti mesin=M), SDA(tanah=T), dan skill (teknologi=T)”. jika semua
faktor faktor tersebut dapat dioptimalkan maka diharapkan tingkat produksi juga
akan meningkat, Dari segi keahlian dan pendidikan, menurut (Sukirno , 2007:9)
tenaga kerja dibedakan menjadi tiga golongan, yaitu :
a.
Tenaga kerja kasar
Tenaga kerja kasar adalah tenaga kerja yang tidak
berpendidikan atau rendah tingkat pendidikanya dan tidak memiliki keahlian
dalam suatu bidang pekerjaan.
b.
Tenaga kerja terampil
Tenaga kerja terampil adalah tenaga
kerja yang memiliki keahlian dari suatu pelatihan atau dari pengalaman kerja
seperti montir mobil, tukang kayu dan ahli reparasi elektronik.
c.
Tenaga kerja terdidik
Tenaga kerja terdidik adalah tenaga kerja yang memiliki
pendidikan yang cukup tinggi dan ahli dalam bidang tertentu seperti dokter,
akuntan, ahli ekonomi dan insinyur,
Beberapa hal yang mempengaruhi produktivitas kerja antara
lain, lingkungan kerja yang kondusif, rekan kerja yang saling membangun satu
sama lain serta peranan pemimpin dalam membangun motivasi.
Kerangka Pemikiran
Kerangka pemikiran teoritis dapat digambarkan pada gambar 1.
Gambar 1
|
PendapatanAsli Daerah
|
|
Penanaman Modal Asing
(Y)
|
|
Investasi
|
X2
|
AngkatanKerja
|
X3
X4
Hipotesis penelitian
Berdasarkan kerangka pemikiran teoritis di atas, maka
hipotesis penelitian ini dapat dijelaskan sebagai berikut :
Ho1 : Tidak ada pengaruh antara pendapatan asli daerah terhadap nilai PDRB
diJawaTengah
Ha1 : Ada pengaruh antara pendapatan asli daerah terhadap nilai PDRB di
JawaTengah
Ho2 : Tidak ada pengaruh antara investasi terhadap nilai PDRB di Jawa
Tengah.
Ha2 : Ada pengaruh antara investasi terhadap nilai PDRB di Jawa Tengah.
Ho3 : Tidak ada pengaruh antara jumlah tenaga kerja terhadap nilai PDRB
diJawa Tengah.
Ha3 : Ada pengaruh antara jumlah tenaga kerja terhadap nilai
PDRB di Jawa Tengah.
Ho4 : Tidak ada pengaruh antara pendapatan asli daerah, investasi dan
tenagakerja terhadap PDRB di Jawa Tengah.
Ha4 : Ada pengaruh antara pendapatan asli daerah, investasi dan tenaga
kerjaterhadap PDRB di Jawa Tengah.
H4:PDRBberpengaruh positif terhadap
penanaman modal asing di Jawa Tengah.
METODE PENELITIAN
Alat Analisis Data
Alat analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
Analisis Regresi Linier Berganda dengan melakukan uji t, uji f, koefisien
determinasi, dan uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji heterokedastisitas,
uji autokorelasi, dan uji multikolinieritas. Metode analisis ini menggunakan SPSS
16.0.
Metode pengumpulan data diperoleh melalui berbagai sumber yaitu
studi pustaka.
Jenis Data
Dalam sebuah penelitian penggunaan
jenis data dapat mempengaruhi hasil yang diperoleh. Jenis data menurut Wijaya
(2013:19) jenis data menurut cara memperolehnya dibagi menjadi dua macam, data
primer dan sekunder. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data
sekunder time series.
Data Sekunder
yaitu data yang diperoleh dari sumber yang menerbitkan dan bersifat siap
pakai.Data sekunder mampu memberikan informasi dalam pengambilan keputusan
meskipun dapat diolah lebih lanjut. Pada penelitian ini menggunakan pengumpulan
data sekunder dengan penelusuran di perpustakaan Badan Pusat Statistik Jawa
Tengah.
Data yang
dipergunakan dalam penelitian ini adalah data pendapatan asli daerah Jawa
Tengah, data realisasi investasi, data jumlah angkatan kerja dan data tingkat
PDRB (1984-2013).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Hasil Analisis Regresi Linier Berganda dapat dilihat pada Tabel 2.
Tabel 2
Hasil Koefisien Determinasi (R2)
|
Model Summaryb
|
|||||
|
Model
|
R
|
R Square
|
Adjusted R Square
|
Std. Error of the Estimate
|
Durbin-Watson
|
|
1
|
.856a
|
.732
|
.702
|
102115.739
|
1.673
|
|
a. Predictors:
(Constant), AK, INV, PAD
|
|||||
|
b. Dependent Variable:
PDRB
|
|
|
|||
Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur
seberapa jauh kemampuan
model dalam menerangkan variasi variabel terikat.
Dalam
output hasil SPSS tersebut terlihat bahwa variabel bebas (PAD,Investasi dan
Angkatan Kerja) dalam model regresi mempengaruhi variabel terikat(PDRB) sebesar 70,2 % dan sisanya sebesar 29,8%
dipengaruhi oleh variabel lain.
Uji Parsial (Uji T)
Uji t digunakan untuk menguji signifikansi pengaruh
variabel-variabel independen yaitu nilai pendapatan asli daerah, tingkat
investasi dan jumlah angkatan kerja tehadap variabel dependen yaitu nilai
PDRB.Hasil uji t tampak pada tabel 3.
Tabel 3
Uji T
|
Coefficientsa
|
|||||
|
Model
|
t
|
Sig.
|
|||
|
1
|
(Constant)
|
-4.262
|
.000
|
||
|
PAD
|
.744
|
.464
|
|||
|
INV
|
4.423
|
.000
|
|||
|
AK
|
4.203
|
.000
|
|||
Sumber
: Data sekunder yang diolah dengan SPSS 16.0
Pada tabel
diatas terlihat bahwa variabel PAD memiliki thitung sebesar 0.744
dan nilai signifikansi sebesar 0,464 yang nilainya lebih besar dibanding α
sebesar 0,05. Hal ini dapat dijelaskan bahwa pendapatan asli daerah memiliki
pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap nilai PDRB.
Variabel
investasi memiliki thitung sebesar 4,423 dan nilai signifikansi
0,000 yang nilainya lebih kecil dari α sebesar 0,05. Hal ini dapat disimpulkan
bahwa nilai investasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap nilai
PDRB.Sedangkan variabel angkatan kerja memiliki thitung sebesar
4,203 dan nilai signifikansi 0,000 yang nilainya lebih kecil dari α sebesar
0,05.
Hal ini
dapat disimpulkan bahwa variabel angkatan kerja memiliki pengaruh positif dan
signifikan terhadap nilai PDRB di Jawa Tengah
Uji Simultan (Uji F)
Uji F dilakukan untuk mengetahui ada
tidaknya pengaruh secara bersama-sama (simultan) antara variabel independen
terhadap variabel dependen. Hasil dari uji F dapat dilihat pada tabel 4.
Tabel
4
Uji Simultan (ujiF)
|
ANOVAb
|
||||||
|
Model
|
Sum of Squares
|
Df
|
Mean Square
|
F
|
Sig.
|
|
|
1
|
Regression
|
7.422E11
|
3
|
2.474E11
|
23.725
|
.000a
|
|
Residual
|
2.711E11
|
26
|
1.043E10
|
|
|
|
|
Total
|
1.013E12
|
29
|
|
|
|
|
|
a. Predictors:
(Constant), AK, INV, PAD
|
||||||
|
b. Dependent Variable:
PDRB
|
||||||
Sumber
: Data sekunder yang diolah dengan SPSS 16.0
Apabila dilihat dari kriteria diatas,
nilai Fhitung menunjukkan
sebesar 23,725 sedangkan Ftabel
menunjukkan nilai sebesar 2,98 sehingga Fhitung . >.Ftabel
atau 23,725 > 2,98 maka Ha diterima yaitu secara bersama-sama ada
pengaruh antara pendapatan asli daerah, tingkat investasi dan jumlah angkatan
kerja terhadap PDRB di Jawa Tengah.
Kemudian apabila dilihat dari nilai
signifikansi terlihat bahwa 0.00 < 0.05 maka Ha diterima sehingga ada
pengaruh yang signifikan antara pendapatan asli daerah, tingkat investasi dan
jumlah angkatan kerja terhadap PDRB di Jawa Tengah.
Rumus Persamaan Regresi
Persamaan regresi dalam penelitian ini dapat dilihat dari rumus sebagai berikut:
Rumus
Persamaan Regresi
PDRB = -995361.068 + 1.253E-5 X1 + 0.056 X2 + 0.068 X3
Keterangan:
Y = PDRB
X1= Pendapatanaslidaerah
X2= Investasi
X3= Angkatankerja
Konstanta sebesar -995361,068 mempunyai arti jika tidak ada
perubahan dalam variabel PAD, Investasi dan AngkatanKerja maka PDRB akan tetap
sebesar -995361,068Miliyar rupiah.
Koefisien nilai PAD sebesar 1.253E-5,
yang berarti jika terjadi perubahan nilai pendapatan asli daerah sebesar 1 ribu
rupiah hanya akan meningkatkan nilai PDRB sebesar 0,00001253 miliyar. koefisien nilai investasi sebesar
0.056 yang berarti jika terjadi peningkatan nilai investasi 1 juta akan juga
meningkatkan nilai PDRB sebesar 0.056 miliyar.Koefisien regresi X3 sebesar
0.068 mempunyai arti bahwa setiap peningkatan jumlah angkatan kerja sebanyak 1
juta orang maka akan meningkatkan nilai PDRB sebesar 0.068 miliyar rupiah.
Uji Asumsi Klasik
Uji Multikolinearitas
Pada uji multikolinieritas ini akan diuji apakah model regresi ditemukan adanya
kolerasi antar variabel bebas (independen). Dalam menentukan keberadaan
multikolinieritas dengan cara melihat nilai tolerance dan nilai variance
inflation factor (VIF). Hasil uji multikolinieritas dapat dilihat pada tabel 5.
Tabel 5
Uji Multikolinearitas
|
Coefficientsa
|
||||
|
Model
|
Collinearity
Statistics
|
|||
|
Tolerance
|
VIF
|
|||
|
1
|
(Constant)
|
|
|
|
|
PAD
|
.388
|
2.575
|
||
|
INV
|
.896
|
1.116
|
||
|
AK
|
.375
|
2.666
|
||
Pada hasil uji multikolinieritas diketahui bahwa nilai
tolerance pada masing-masing variabel lebih besar dari 0,10 dan nilai VIFnya
kurang dari 10 sehingga dapat disimpulkan bahwa data tidak terjadi
multikolinieritas.
Uji Autokerelasi
Persamaan regresi yang baik adalah
tidak memiliki masalah autokorelasi. Jika terjadi autokorelasi maka persamaan
tersebut menjadi tidak baik atau tidak layak dipakai prediksi.Hasil uji
autokorelasi bisa dilihat pada tabel 6
Tabel
6
Uji Autokorelasi
|
Model Summaryb
|
|||||
|
Model
|
R
|
R Square
|
Adjusted R Square
|
Std. Error of the Estimate
|
Durbin-Watson
|
|
1
|
.856a
|
.732
|
.702
|
102115.739
|
1.673
|
|
a. Predictors:
(Constant), AK, INV, PAD
|
|||||
|
b. Dependent Variable:
PDRB
|
|
|
|||
Sumber
: Data sekunder yang diolah dengan SPSS 16.0
Salah satu ukuran dalam menentukan
ada tidaknya masalah autokorelasi dengan uji Durbin Watson (DW) dengan
ketentuan sebagai berikut :
1.
Terjadi autokorelasi positif jika nilai DW di bawah -2 (DW < -2).
2.
Tidak terjadi autokorelasi jika nilai DW antara -2 dan +2 atau -2 ≤ DW ≤
+2
3.
Terjadi autokorelasi negative jika nilai DW di atas +2 atau DW > +2
Pada tabel di atas terlihat bahwa nilai DW sebesar
1.673 atau -2 ≤ 1.673 ≤ +2 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat
autokorelasi pada data tersebut.
Uji Heterokedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan
menguji terjadinya gangguan yang muncul dalam fungsi regresi yang mempunyai
varian yang tidak sama sehingga penafsirannya tidak efisien baik dalam sampel
kecil maupun sampel besar.
Homoskedatisitas terjadi jika pada scatterplot titik-titik hasil
pengolahan data antara ZPRED dan SRESID
menyebar di bawah ataupun di atas titik origin (angka 0) pada sumbu Y
dan tidak mempunyai pola yang teratur.
Heterokedastisitas terjadi jika pada
scatterplot titik-titiknya mempunyai
pola yang teratur, baik menyempit, melebar maupun bergelombang-bergelombang.
Hasil uji heterokedatisitas pada
penelitian ini dapat dilihat dari gambar 2.
Gambar 2
HASIL UJI ETEROKEDASTISITAS
Dari analisis hasil output SPSS (gambar scatterplot) diatas
terlihat bahwa titik-titik menyebar dibawah serta diatas sumbu Y, dan tidak
mempunyai pola teratur. Jadi kesimpulannya adalah variabel bebas diatas tidak
terjadi heterokedastisitas atau bersifat homokedastisitas.
Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk
menguji apakah dalam model regresi terdapat variabel penggangu atau residual
memiliki distribusi normal. Jika asumsi ini dilanggar uji statistik menjadi
tidak valid.
Uji t dan uji F menerangkan bahwa
nilai residual mengikuti distribusi normal. Penelitian ini melakukan uji
normalitas dengan cara analisis grafik yang digambarkan pada P-P Plot.
Dengan cara grafik histogram adalah
dengan membandingkan data riil/nyata dengan garis kurva yang terbentuk, apakah
bentuk kurva mendekati normal atau memang normal sama sekali. Jika data riil
membentuk garis kurva cenderung tidak simetri terhadap mean (U) maka dapat
dikatakan data berdistribusi tidak normal atau sebaliknya.
Gambar grafik histogram dapat dilihat
pada gambar 3 yang menunjukkan hasil pengolahan dengan SPSS 16.
Gambar 3
GRAFIK HISTOGRAM UJI NORMALITAS
dapat dilihat bahwa bentuk garis kurva cenderung
simetri terhadap mean (U) sehingga dapat dikatakan bahwa data berdistribusi
normal.
Cara selanjutnya adalah dengan normal probability
plots. Cara ini lebih baik dilakukan/digambarkan dengan grafik histogram karena
cara ini membandingkan data riil dengan data distribusi normal (otomatis oleh
komputer) secara kumulatif. Suatu data dikatakan berdistribusi normal jika
garis data riil mengikuti garis diagonal. Gambar normal probability plot dapat
dilihat dari gambar 4.
Gambar 4
NORMAL PROBABILITY PLOT UJI
NORMALITAS
Dari gambar 4, terlihat bahwa garis
data riil mengikuti garis sehingga dapat
dikatakan bahwa data berdistribusi normal.
Pengujian normalitas selanjutnya
adalah dengan menggunakan Kolmogorov karena diperoleh N = 30.
Hasil analisis Kolmogorov terlihat
pada Tabel 7.
Tabel
7
HASIL UJI NORMALITAS DENGAN
KOLMOGOROV
|
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
|
||
|
|
|
Unstandardized
Residual
|
|
N
|
30
|
|
|
Normal Parametersa
|
Mean
|
.0000000
|
|
Std. Deviation
|
9.66897326E4
|
|
|
Most Extreme
Differences
|
Absolute
|
.170
|
|
Positive
|
.170
|
|
|
Negative
|
-.131
|
|
|
Kolmogorov-Smirnov Z
|
.932
|
|
|
Asymp. Sig. (2-tailed)
|
.350
|
|
|
a. Test distribution is
Normal.
|
|
|
Pada hasil ouput SPSS diatas terlihat
bahwa nilai signifikan sebesar 0.350 lebih besar dari 0.05 sehingga dapat
disimpulkan bahwa data tersebut memiliki variabel-variabel yang berdistribusi
normal.
Pengaruh Pendapatan Asli Daerah
Terhadap PDRB
Hasil dari penelitian ini dapat menunjukkan bahwa pendapatan
asli daerah (PAD) berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap nilai
PDRB di Jawa Tengah.Koefisien
nilai PAD sebesar 1.253E-5, yang berarti jika terjadi perubahan nilai
pendapatan asli daerah sebesar 1 ribu rupiah hanya akan meningkatkan nilai PDRB
sebesar 0.0000125 miliyar. Oleh karena itu secara individu pendapatan asli
daerah memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap nilai PDRB
Jawa Tengah dengan melihat nilai thitung
sebesar 0.744dan nilai signifikansi 0.464 > 0,05.tidak signifikan terhadap PDRB di
Jawa Tengah.
Pengaruh Investasi Terhadap PDRB
Hasil dari penelitian ini menunjukkan
bahwa tingkat investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap nilai PDRB
di Jawa Tengah dengan t-hitung sebesar 4.423 dan nilai signifikan sebesar 0.000
< 0.05 serta koefisien nilai investasi sebesar 0.056 yang berarti jika
terjadi peningkatan nilai investasi 1 juta akan juga meningkatkan nilai PDRB
sebesar 0.056 miliyar.
Pengaruh Angkatan Kerja terhadap PDRB
Hasil penelitian ini
menunjukkan hasil sebagai berikut, variabel jumlah angkatan kerja berpengaruh
positif dan signifikan terhadap nilai PDRB di Jawa Tengah.Hal ini ditunjukkan
dari hasil pengolahan data dengan SPSS.16 yang menunjukkan nilai t hitung
sebesar 4.203 dan nilai signifikansi variabel jumlah angkatan kerja sebesar
0.000 < 0.05 hal ini menjukan pengaruh yang positif dan signifikan dari
variabel ini.
Pengaruh PAD, Investasi dan Angkatan Kerja
terhadap PDRB
pendapatan
asli daerah (PAD) berpengaruh positif namun tidak signifikan, sedangkan
variabel invesatsi dan jumlah angkatan kerja berpengaruh positif dan signifikan
terhadap nilai PDRB di Jawa Tengah.Namun secara bersama-sama seluruh variabel
memberikan pengaruh positif terhadap nilai PDRB di Jawa Tengah.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis regresi linier berganda, maka
dapat disimpulkan bahwa secara simultan atau bersama-sama variable PAD,
Investasi dan Angkatan kerja berpengaruh signifikan terhadap PDRB di Jawa
Tengah. Secaraparsial, variabel PAD berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap
PDRB, Investasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap PDRB. Sedangkan,
secara parsial variable angkatan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap
PDRB di Jawa Tengah periode tahun 1984-2013.
DAFTAR PUSTAKA
Haming, Murdifin dan Basmalah, Salim.
2010. Studi Kelayakan Investasi Proyek & Bisnis. Jakarta: Bumi Aksara.
Huda, Nurul dan Nasution, Mustafa Edwin.
Investasi Pada Pasar Modal Syariah. Jakarta: Kencana.
Putong, Iskandar. 2002. Pengantar Ekonomi
Mikrodan Makro edisi 2. Jakarta: Ghalia Indonesia
Qudsi, Fadilah dan Suhartono. 2009.
Portofolio Investasidan Bursa Efek, Pendekatan Teori dan Praktek
Suplement: Trick dan Praktek Kamus Gaul di Pasar Modal.
Rahman, Herlina. 2005. Pengertian
Metode
Penelitian
Menurut Ahli.
(27-06-2015)
Sukirno, Sadono. 2008. Makroekonomi
Teori Pengantar, edisi ke-3. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Sukirno, Sadono. 2007. Mengasah
Kemampuan Ekonomi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
( http//books.google.com)
(16-06-2015)
Undang-undang No.25 Tahun 2007. Undang-
Undang Penanaman Modal. Jakarta:
PT. Raja Grafindo Persada.
( http//books.google.com)
(27-06-2015)
Undang-undang
No.33 tahun 2004.Undang-
Undang Pendapatan Asli Daerah.
Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
( http//books.google.com)
(27-06-2015)
Undang-undang
No.13 tahun 2003.Undang-
Undang Ketenagakerjaan. Jakarta:
PT. Raja Grafindo Persada.
( http//books.google.com)
(27-06-2015)
Wijaya, Tony. 2013. Metodologi Penelitian
(27-06-2015)
Tachi Gold - Titanium-Arts
BalasHapusTachi ti89 titanium calculator Gold, Gold has a long, schick quattro titanium narrow cut throat with a longer, narrow head. remmington titanium It is popular in Asia. titanium element The head is used in everything from a traditional wood base titanium watch to